Selasa 07 April 2020, 09:05 WIB

Harga Saham Banyak Undervalued

Raja Suhud | Ekonomi
Harga Saham Banyak Undervalued

Antara
Lantai Perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

 

Di tengah maraknya pandemi virus Corona (COVID-19) di Tanah Air, yang mengakibatkan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta bergejolak, saham emiten unggulan yang tergabung dalam LQ45 dinilai tetap menarik dan “seksi’ di mata investor.

“Harga sejumlah saham saat ini sudah terbilang murah (undervalued), sehingga merupakan kesempatan untuk masuk pasar dan mengoleksi saham-saham LQ45,” kata Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (7/4)

Menurutnya, jika penanganan pandemi COVID-19 bisa lebih cepat selesai maka perlahan-lahan kepercayaan investor mulai pulih dan pasar lebih bergairah.

Saham yang direkomendasikan untuk dikoleksi di antaranya saham PT Indofarma Tbk (INAF), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Unilever Indonesia TBK (UNVR), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Diyakini, saham-saham emiten berkapitalisasi pasar besar ini akan cepat berbalik arah di kala indeks membaik. Apalagi, emiten-emiten tersebut memiliki fundamental yang bagus dan telah terbukti mampu bertahan di saat ekonomi mengalami kontraksi.

Hal ini terbukti pada saat IHSG menguat 188,40 poin atau naik 4,07%e level 4.811,83 pada akhir perdagangan Senin (6/4), saham ASII merupakan salah satu saham yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp282,2 miliar.

Saham lain yang juga diincar investor yakni PT Bank Rakyat Indonesia TBk (BBRI) dengan nilai transaksi Rp845,25 miliar dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan nilai transaksi Rp 375,77 miliar.

 

Sinyal Positif

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan pasar saham yang bergerak menguat beberapa kali dalam sepekan menjadi sinyal positif para investor kepada Indonesia di tengah dampak wabah Covid-19.

“Beberapa kali hijau dalam seminggu, alhamdulilah berbagai kebijakan yang kami lakukan ini mudah-mudahan dipandang positif investor,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam rapat kerja daring besama Menkeu, BI dan LPS dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4)

OJK, lanjut dia, melakukan sejumlah langkah ketika pasar saham memerah, di antaranya memperbolehkan pembelian kembali saham atau  buyback tanpa rapat umum pemegang saham (RUPS).

Kemudian, melakukan  auto rejection  perdagangan ketika transaksi merosot hingga di bawah 5%  hingga mengeluarkan larangan short selling.

Wimboh mengatakan pasar saham yang sebelumnya memerah karena adanya sentimen negatif sehingga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI merosot hingga 26,1%. Kondisi itu, kata dia, tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di sejumlah negara.

Kemudian, lanjut dia, terjadi  nett sale di pasar saham yang mencapai Rp10,7 triliun dan investor asing menjual surat berharga negara (SBN) mencapai Rp129 triliun. (Ant/E-1)

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Mentan Ajak Perguruan Tinggi Bangun SDM Pertanian Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 30 November 2020, 15:19 WIB
Menurut Mentan, perguruan tinggi memiliki tanggungjawab yang sama dalam menyediakan kebutuhan pangan bagi 270 juta penduduk...
DOK KEMENTAN

Kementan Berkomitmen Cegah Korupsi dan Tingkatkan Transparansi

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 30 November 2020, 15:12 WIB
Bambang juga menambahkan terobosan Mentan untuk melakukan digitalisasi dan modernisasi pertanian, dilakukan secara bertahap dan dimulai...
DOK KEMENTAN

Kementan Ajak Peternak Unggas Gunakan Antimikroba Secara Bijak

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 30 November 2020, 14:46 WIB
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah mengingatkan perlu peran segala pihak agar pencegahan resistensi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya