Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA hari terakhir, nilai tukar Rupiah mengalami penguatan di tengah pandemi virus korona (covid-19), yang masih mengancam ekonomi global.
Pada penutupan perdagangan Jumat (27/3), rupiah menguat 1,08% hingga menjadi juara, atau mata uang dengan kinerja terbaik di Asia. Akan tetapi, pengamat ekonomi senior dari Center of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah, menilai rupiah masih berpotensi kembali melemah.
Menurut Piter, penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir dipicu aksi borong saham yang terlalu murah oleh investor asing. Sekalipun para investor menyadari ketidakpastian global masih berlangsung. Oleh karena itu, dia berpandangan sentimen negatif masih sangat kuat.
Baca juga: BI: Nilai Tukar Rupiah Berangsur Membaik
Selain itu, investor yang membeli saham pada pekan ini, berpotensi melepas kembali sahamnya. Aksi ini bertujuan untuk merealisasikan keuntungan lantaran risiko global relatif besar.
“Jadi sentimen negatif masih sangat kuat. Ada potensi pekan ini mereka yang sudah beli saham, akan melepas kembali untuk merealisasikan keuntungan. Sebab, masih besarnya risiko global. Kalau itu terjadi rupiah bisa kembali melemah,” tutur Piter saat dihubungi, Minggu (29/3).
Lebih lanjut, dia mengatakan ekonomi global tengah dihantui ketidakpastian. Salah satu sumbernya ialah pandemi covid-19. Piter menekankan pemerintah harus mengambil langkah antisipatif, serta mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan.
Baca juga: Ekonomi Masyarakat Tertekan Covid-19, Kemensos Salurkan Bantuan
Saat ini, pemerintah dinilai perlu melebarkan defisit fiiskal untuk meningkatkan upaya penanganan virus korona. Berikut, memberikan bantuan kepada masyarakat miskin. Tidak kalah penting, mempersiapkan stimulus ekonomi untuk bisa kembali rebound dengan cepat ketika pandemi berakhir.
“Yang harus dilakukan pemerintah, yakni meningkatkan upaya mengatasi wabah korona, memberikan bantuan kepada yang miskin dan mempersiapkan stimulus ekonomi untuk bisa kembali rebound dengan cepat,” tutupnya.(OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved