Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (12/3) dalam kondisi anjlok, bahkan stagnan di level 4.900 atau 4%. Kondisi ini diperkirakan akan terus mengalami penurunan sampai penutupan perdagangan pada hari ini.
Meskipun demikian, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengambil ancang-ancang untuk meyakinkan publik bahwa mereka telah mengantisipasi hal ini dengan mengeluarkan beberapa kebijakan. Kebijakan tersebut ialah auto rejection (penghentian otomatis perdagangan saham) dan trading halt (pembekuan sementara perdagangan).
Pemberlakuan auto rejection sendiri sudah berlaku sejak Selasa (10/3) sesuai dengan Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor: S-273/PM.21/2020 tanggal 9 Maret 2020 perihal perintah mengubah batasan auto rejection pada peraturan perdagangan di Bursa Efek dan surat keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00023/BEI/03-2020 perihal perubahan batasan auto rejection.
"Pemberlakuan perubahan ketentuan batasan auto rejection akan dilakukan dengan tindakan sebagai berikut. Dalam peraturan auto rejection asimetris, saham dengan fraksi harga Rp50- Rp200 per saham, akan dihentikan perdagangannya secara otomatis jika naik lebih dari 35% atau turun sebesar 10%," ungkap Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Yulianto Aji Sadono dilansir dari keterangan resmi, Selasa (10/3).
Sementara itu, untuk fraksi harga Rp200- Rp5.000 per saham, akan otomatis berhenti diperdagangkan jika naik lebih dari 25% atau turun 10%. Sedangkan untuk fraksi harga saham di atas Rp5.000 akan otomatis berhenti diperdagangkan jika naik 20% atau turun 10% dalam sehari.
Lebih lanjut, terkait kebijakan trading halt sendiri sudah berlaku sejak Rabu (11/3). Dengan menindaklanjuti Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A Otoritas Jasa Keuangan Nomor: S-274/PM.21/2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perintah Melakukan Trading Halt Perdagangan di Bursa Efek Indonesia Dalam Kondisi Pasar Modal Mengalami Tekanan dan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat. Sekaligus dalam rangka menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien.
Atas hal tersebut BEI memberlakukan penambahan ketentuan trading halt. Hal ini terjadi penurunan yang sangat tajam atas IHSG dalam satu hari bursa yang sama. Akibatnya bursa melakukan beberapa tindakan.
baca juga: Untuk Tingkatkan Produktivitas, Petani Kopi Garut Terima KUR
"Pertama, trading halt selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan hingga lebih dari 5%. Kedua trading halt selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 10%," lanjutnya.
"Terakhir trading suspend apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 15% dengan ketentuan sampai akhir sesi perdagangan. Atau lebih dari satu sesi perdagangan setelah mendapat persetujuan atau perintah OJK," pungkas Yulianto. (OL-3)
PASAR modal Indonesia mengalami pergerakan yang cukup dinamis dengan tingkat volatilitas cukup tinggi akibat tekanan geopolitik dan kondisi domestik dan global, ini kata Kepala Eksekutif OJK
IHSG pada pembukaan perdagangan Kamis (2/4/2026) dibuka melemah 31,33 poin. Simak analisis pergerakan bursa saham domestik hari ini.
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan awal bulan, Rabu 1 April 2026, dengan performa impresif.
PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) siap IPO dengan target dana Rp306 miliar. Simak jadwal, harga, dan cara pesan mudah lewat aplikasi IPOT
Investor ritel di pasar saham Indonesia diimbau untuk tidak lagi bergantung pada data usang dalam mengambil keputusan investasi, seiring dinamika pasar yang semakin cepat, dan kompleks.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (30/3) sore ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved