Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Indonesia bisa tetap melakukan ekspor rumput laut kering ke Tiongkok meski wabah virus korona (Covid-19) masih melanda. Pelepasan ekspor senilai lebih dari Rp159 juta itu berjalan lancar tanpa kendala.
"Alhamdulillah tidak ada kesulitan dan ekspor terus berjalan,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melalui keterangan resminya kepada Media Indonesia, Rabu (4/3).
Sebagai informasi, rumput laut kering yang diekspor ini merupakan hasil produksi PT Kencana Bumi Sukses. Menurut Edhy dalam sebulan, perusahaan ini bisa menghasilkan 200 ton rumput laut kering. Perusahaan yang pemiliknya bernama Wahyudi ini juga termasuk aktif mengirimkan rumput laut ke Tiongkok, Vietnam dan Singapura.
Tercatat sepanjang tahun lalu, total ekspornya mencapai 1.371 ton dengan nilai Rp4,48 miliar. Sedangkan ekspor hari ini, merupakan ketiga kalinya selama Februari 2020 dan semuanya dikirim ke Tiongkok.
“Tadinya rumput laut ini tidak laku, ini belum dibudidaya loh sudah bisa ekspor. Seandainya sudah dibudidaya apalagi,” tambahnya.
Menurut Edhy, rumput laut Batam yang diekspor ini sangat potensial dikembangkan menjadi rumput laut yang dibudidaya. Saat ini jumlah rumput laut mencapai 5.000 ton, namun yang termanfaatkan baru 2% saja. Karena itu, ia mendorong masyarakat dan pemerintah daerah (pemda) dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki.
Pihaknya mengharapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bisa melakukan terobosan-terobosan yang bertujuan mempermudah proses budi daya di tengah masyarakat. Dengan begitu, perputaran ekonomi berjalan maksimal dan penghasilan masyarakat bisa meningkat. (E-3)
Komoditas ikan patin kini naik kelas, bukan sekadar ekspor, melainkan masuk ke rantai pasok pangan haji dan umrah dunia,
KKP memastikan ketersediaan ikan hasil budi daya aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.
Menteri KKP menjelaskan polemik anggaran kapal yang disebut sudah cair oleh Menkeu. Industri galangan belum terima order karena proses pengadaan masih berjalan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
MENTERI Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono merespons pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dana pembelian kapal.
Ia menegaskan akan meminta persoalan tersebut segera ditangani agar tidak berulang dan tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap aktivitas nelayan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved