Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Perusahaan Gas Negara (PGN), selaku perusahaan yang mengelola sektor gas nasional, siap mendukung langkah pemerintah untuk menurunkan harga gas industri sehingga mendorong industri nasional menjadi lebih kompetitif.
Saat ini PGN sedang mempertimbangkan beberapa opsi untuk diterapkan sesuai kebijakan pemerintah tersebut, yakni pengurangan penerimaan negara, domestic market obligation (DMO) atau penyerapan gas dalam negeri hingga pemberlakuan impor gas.
"Penurunan PNBP (penerimaan negara bukan pajak) tergantung pada kebijakan pemerintah dan SKK Migas. Kami terus terang sedang berdiskusi juga dengan Kementerian ESDM agar bisa mencapai nilai tujuan yang digariskan pemerintah kepada sektor industri, yakni sebesar US$6 per MMBTU," kata Direktur Utama PGN Gigih Prakoso Soewarto di Kantor PGN, Jakarta, kemarin.
Selain itu, untuk opsi kedua DMO, menurutnya, sangat dibutuhkan untuk alokasi khusus ke industri-industri dalam negeri. Pihaknya pun sudah menghitung kebutuhan industri yang perlu mendapat insentif.
"Sebanyak 320 juta standar kaki kubik (mmscfd) itu kebutuhan gas yang diharapkan dengan alokasi DMO harga khusus. Dengan kepastian ini tentunya pasokan industri akan kita pastikan bisa diterima, kemampuan mereka (industri) membayar gas juga lebih murah," ungkapnya.
Di samping itu, pihaknya juga tetap mempertimbangkan opsi impor gas. Meskipun opsi itu dinilai kurang tepat dan tidak sesuai dengan visi pemerintah, menurut Gigih, impor bisa dijadikan penyeimbang pasokan gas nasional. Pasalnya, pihaknya juga membutuhkan harga gas yang kompetitif dari sumber-sumber gas luar negeri.
"Kami akan tetap membuka peluang dan kesempatan apabila dimungkinkan untuk mengimpor dan menurunkan harga khusus untuk sektor industri tertentu," pungkasnya.
Sementara itu, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PGN, kemarin, sepakat mengangkat mantan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar sebagai komisaris utama menggantikan IGN Wiratmadja Puja.
Terkait tugas barunya, Archandra menegaskan dirinya mendukung penuh upaya-upaya perusahaan dalam menjalankan tugas pemerintah. Menurut Arcandra, potensi-potensi perusahaan yang perlu ditingkatkan ke depan ialah terkait infrastruktur gas Tanah Air seperti pembangunan jaringan gas. (Van/E-3)
Yulina memimpin bisnis yang memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Nusantara.
Wamen UMKM Helvi Moraza menegaskan pentingnya penguatan ekosistem usaha, konektivitas rantai pasok, serta digitalisasi layanan agar UMKM
Sejumlah proyek percontohan microgrid terintegrasi berbasis PLTS disiapkan untuk area yang membutuhkan pasokan listrik besar tetapi masih terkendala akses jaringan listrik.
Tantangan terbesar freelancer saat ini bukan sekadar soal keahlian teknis, melainkan kemampuan beradaptasi.
AI telah berevolusi dari teknologi pendukung menjadi fondasi strategis dalam membangun daya saing brand.
Nama Michael Wisnu Wardhana mendadak menjadi perbincangan nasional setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran besar di Gedung Terra Drone.
Sebagian besar masyarakat belum memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya merawat regulator gas dibandingkan dengan merawat kompor gas.
PT Medco Energi Internasional MedcoEnergi terus melakukan inisiatif pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK). Salah satu inisiatif tersebut adalah mengonversi pasokan listrik.
Penduduk Indonesia diperkirakan kehilangan 2,5 tahun dari Usia Harapan Hidup (UHH) akibat polusi udara saat ini.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan pemerintah akan menggandeng pihak swasta untuk mengembangkan jaringan gas dalam kota.
Meski masih tetap membeli elpiji 3 kg untuk memasak sewaktu-waktu, tetapi dia sudah sangat berhemat.
Kelangkaan pasokan liquefied petroleum gas (LPG) tabung 3kg disebabkan karena kebijakan distribusi yang tidak berjalan dengan baik,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved