Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DI pertengahan Desember 2019, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan defisit APBN terhadap produk domestik bruto (PDB) bisa diperkecil dari capaian November 2019 sebesar 2,9%.
Pernyataan Sri Mulyani itu tidak meleset. Defisit APBN hingga akhir 2019 mencapai 2,2% terhadap PDB karena naiknya penerimaan pajak dan optimalisasi belanja. Pada APBN 2019 pemerintah mematok defisit sebesar 1,84% atau Rp296 triliun terhadap PDB.
Kementerian Keuangan mencatat defisit 2019 sebesar Rp353 triliun atau 2,2% dari PDB. Capaian itu berasal dari realisasi pendapatan negara sebesar Rp1.957,2 triliun atau 90,4% dari target Rp2.165,1 triliun. Adapun belanja negara mencapai Rp2.310,2 triliun atau 93,9% dari target Rp2.461,1 triliun (lihat grafik).
"Defisit melebar dari rencana awal di APBN 2019 sebesar Rp296,0 triliun. Namun, tetap dalam batas yang diamanatkan undang-undang," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, kemarin.
Pendapatan negara berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.545,3 triliun atau 86,5% dari target Rp1.786,4 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp405 triliun atau 107,1% dari target Rp378,3 triliun, dan hibah Rp6,8 triliun atau di atas target sebesar Rp400 miliar.
"Realisasi penerimaan pajak hanya tumbuh 1,7% dari 2018 karena terdampak pelambatan ekonomi global," lanjut Sri Mulyani.
Untuk mengantisipasi kekurang-an penerimaan pajak dalam APBN 2020, pemerintah akan memaksimalkan beberapa hal.
Fokus Ditjen Pajak di rentang 2020-2024 menitikberatkan pada kepatuhan wajib pajak untuk membayar pajak secara sukarela. Hal lain yang akan dilakukan untuk meningkatkan penerimaan pajak ialah transformasi pelayanan pajak berbasis digital.
Sementara itu, realisasi belanja negara yang mencapai Rp2.310,2 triliun berasal dari belanja pusat Rp1.498,9 triliun atau 91,7% dari target Rp1.634,3 triliun dan transfer ke daerah serta dana desa yang terealisasi Rp811,3 triliun atau 98,1% dari target Rp826,8 triliun.
"Pada 2019 pemerintah tidak melakukan pemotongan belanja. Hal itu dilakukan untuk memberikan stimulus fiskal secara optimal," ujar Menkeu.
Desain
Pengamat ekonomi dari Center of Reforms on Economics, Piter Abdullah, menyatakan tidak perlu khawatir dengan defisit APBN sebesar 2,2% atau Rp353 triliun.
Pelebaran defisit yang semula ditargetkan 1,84% atau Rp296 triliun terhadap PDB itu terjadi di tengah pelambatan ekonomi global yang mengakibatkan anjloknya harga-harga komoditas.

Sumber: Kemenkeu/NRC
"Ketika ekonomi melambat, potensi penerimaan pajak dan non-pajak menurun, sedangkan belanja pemerintah tetap meningkat untuk melawan tren pelambatan ekonomi," ungkap Piter.
Meski begitu, Piter menyoroti penerimaan pajak yang tak optimal karena kekeliruan pemerintah dalam membuat perencanaan.
"Penerimaan pajak diset lebih rendah. Alasannya menurunnya ekonomi sekaligus berusaha memberi insentif fiskal untuk melawan pelambatan ekonomi. Demikian juga sisi belanja, pemerintah meningkatkan belanja sebagai bentuk stimulus fiskal," kata Piter.
Piter menyayangkan hal itu tidak menjadi desain APBN 2019. Pemerintah malah menargetkan defisit 1,84% atau terlalu jauh dari batas yang diperkenankan UU sebesar 3% terhadap PDB. (X-3)
Hingga akhir tahun 2025, penerimaan pajak baru mencapai 87,6% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Karena coretax berjalan belum sesuai perencanaan awal. Sehingga hal ini justru menyebabkan penerimaan pajak tersendat.
Kebijakan peningkatan belanja pada 2025 sudah berada di jalur yang tepat. Namun, tantangan besar ke depan adalah memastikan efektivitasnya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bonus atlet SEA Games Thailand senilai Rp480 miliar bersumber dari APBN, bukan uang pribadi Presiden. Peraih emas terima Rp1 miliar.
DEFISIT fiskal Indonesia pada 2025 tercatat melebar melampaui target pemerintah, seiring percepatan belanja negara di penghujung tahun dan lemahnya kinerja penerimaan.
Suahasil menyebut bahwa realisasi PNBP 2025 yang mencapai Rp534,1 triliun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi PNBP 2024 tang mencapai Rp584,4 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved