Minggu 15 Desember 2019, 00:13 WIB

Anak Cucu Perusahaan BUMN Persulit Swasta Berkembang

Kisar Rajaguguk | Ekonomi
Anak Cucu Perusahaan BUMN Persulit Swasta Berkembang

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
Karangan bunga di Kantor Kementerian BUMN sebagai bentuk dukungan bersih-bersih BUMN

 

KETUA Koordinator BUMN Watch Naldy N Haroen SH meminta anak cucu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak sesuai bidang usahanya ditertibkan. Bahkan, jika perlu anak cucu perusahaan itu dibubarkan

Menurut Naldy. dari dulu pihaknya menemukan banyak anak cucu perusahaan BUMN yang melakukan monopoli usaha. Perilaku seperti itu bisa menyulitkan perusahaan swasta untuk berkembang.

Menurut catatannya, saat ini terdapat sekitar 600-700 anak cucu perusahaan milik negara yang tidak sesuai dengan bisnis induknya. Sehingga, kata dia, anak perusahaan inilah yang diduga hanya menggerogoti induk perusahaan dan akhirnya terus merugi.

"Saya ambil contoh di PT Krakatau Steel ada 70 an anak perusahaannya. PT Pertamina ada 140 an, PT PLN ada 40an, PT Indonesia Ferry (ASDP) ada juga dan masih banyak anak perusahaan di BUMN lainnya," kata Naldy, di Depok, Sabtu (14/12/2019).

Lebih lanjut Naldy menjelaskan, pada awalnya tujuan dibentuk anak cucu perusahaan itu sangat bagus, yakni meningkatkan efisiensi dan mendapatkan keuntungan bagi negara.

"Tapi pada kenyataanya anak cucu perusahaan BUMN itu justru menjadi lahan untuk mencari keuntungan pribadi dari Direksi induk perusahaannya," tegas Naldy.

Menurut Naldy, anak perusahaan BUMN inilah yang menyebabkan sempitnya ruang gerak perusahaan swasta untuk mengembangkan bisnisnya. Karena, lanjut Naldy, anak perusahaan BUMN ini melakukan monopoli dalam bisnisnya.

"BUMN Watch sudah lama mendapat keluhan dari para pengusaha adanya anak perusahaan yang melakukan monopoli. Hal ini harus dihentikan, kalau tidak dunia usaha di sektor riil akan sulit untuk berkembang," ungkapnya.

BUMN Watch, kata Naldy, mendukung langkah Erick Thohir melakukan bersih-bersih anak perusahaan yang tidak fokus pada bisnis yang sama.

"Meskipun banyak tantangan dari internal Menteri BUMN harus kuat lakukan bersih-bersih itu," pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

DOK SHOPEEPAY

ShopeePay Talk Ungkap Tiga Strategi Tangkap Peluang Ramadan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 April 2021, 22:50 WIB
ShopeePay Talk edisi spesial Ramadan kali ini memaparkan strategi untuk menangkap peluang Ramadan dari berbagai pelaku...
Metro Tv/ Reno Reksa

Peringati Harkonas 2021, Mendag Minta Hak Konsumen Terpenuhi

👤Reno Reksa 🕔Selasa 20 April 2021, 21:51 WIB
"Hak-hak konsumen harus terpenuhi, supaya ekonomi bergerak dan visi Indonesia Maju terpenuhi," terang Mendag usai peringatan...
Antara/Widodo S Jusuf.

Pemerintah Targetkan tidak Impor BBM dan LPG Mulai 2030

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 20 April 2021, 20:45 WIB
Demikian juga dengan penyediaan BBM satu harga yang diutarakan Arifin akan terus dilakukan agar bisa dinikmati oleh rakyat di pelosok Tanah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Beribadah dengan Disiplin

RAMADAN tahun ini masih sama seperti tahun lalu, yakni warga masih harus menerapkan protokol kesehatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya