Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Perbankan badan usaha milik negara (BUMN) membidik pertumbuhan kredit double digit tahun depan meski potensi perlambatan ekonomi global masih membayangi.
Bank Mandiri Tbk, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk membidik pertumbuhan kredit 10% hingga 13%. Hanya Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk yang membidik angka pertumbuhan kredit single digit.
Wakil Direktur Utama Mandiri Sulaiman Arif Arianto Sulaiman saat memberikan pemaparan dalam rapat dengar pendapat di Komisi XI DPR, kemarin, mengatakan pihaknya membidik pertumbuhan laba bersih sebesar 6%-7% pada 2020.
"Tahun 2020 pertumbuhan kredit diproyeksikan 10% hingga 11%, dana pihak ketiga 2020 tumbuh 8% hingga 9%," ujar Sulaiman.
Target pertumbuhan kredit itu lebih tinggi daripada proyeksi pertumbuhan kredit emiten bersandi saham BMRI sepanjang 2019 di kisaran 8% hingga 9% yang dipangkas dari target sebelumnya di 10%-12%.
Direktur Utama Bank BNI Achmad Baiquni mengatakan pertumbuhan kredit perseroan tahun depan akan sangat dipengaruhi kondisi ekonomi makro.
Bank BNI memiliki proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan akan lebih baik jika dibandingkan dengan 2019, yakni menjadi sebesar 5,0%-5,2%, dengan proyeksi tingkat suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate di 4,5%-5%.
Dengan target kredit tumbuh hingga 13%, perseroan juga membidik pertumbuhan laba tahun depan di 15%-17% (yoy).
"Kami memiliki target pertumbuhan kredit di 11%-13% dan laba bersih tumbuh 15%-17%," kata Baiquni di Komisi XI DPR.
Di tempat berbeda, Executive Vice President Divisi Risiko Enterprise & Management Portofolio BRI Kristina Lestari Ningsih mengatakan BRI menargetkan penyaluran kredit tumbuh 11% pada 2020.
"Kalau untuk growth pinjaman kita masih konservatif, sekitar 11%," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Ia mengakui bahwa di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, baik global maupun domestik, dunia perbankan dan regulator cenderung pesimis perihal pertumbuhan kredit tahun depan.
"Bahkan kemarin dari pihak regulator lebih pesimistis, sekitar 8%. Tapi kita sebagai yang memang fokus di pembiayaan, di kredit, ya tentunya kami punya target lebih tinggi daripada industri," imbuhnya.
Untuk mencapai target pertumbuhan kredit 11%, BRI juga fokus terhadap digitalisasi.
BTN konsolidasi
BTN dalam rencana bisnis bank (RBB) menargetkan pertumbuhan kredit 6% hingga 8%.
Direktur Finansial, Treasuri, dan Strategi BTN Nixon L Napitupulu seusai rapat di Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (25/11), mengakui target kredit tersebut menurun jika dibandingkan dengan 2019.
Penurunan itu disebabkan perseroan fokus untuk konsolidasi internal dan memperbaiki kualitas kredit dengan menurunkan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL).
Perseroan juga tidak ingin ambisius mendorong pertumbuhan kredit hingga kondisi likuiditas benar-benar memadai.
BTN akan menunggu hingga rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) membaik.
"Kami akan lebih ke konsolidasi, perbaikan kualitas, plus likuiditas dibenarkan sampai LDR membaik,"ujar dia.
Target pertumbuhan kredit itu lebih rendah daripada revisi terakhir RBB BTN tahun ini bisa mencapai 10%. (Ant/E-1)
Melalui ajang kompetisi tahunan BTN Housingpreneur 2025, peserta berpeluang masuk ke jaringan bisnis nyata
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Khusus untuk BTN, Purbaya memprediksi penyaluran kredit hanya tembus Rp10 triliun dari Rp25 triliun yang dialokasikan hingga akhir tahun.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Bank BTN Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan pembangunan rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 800 unit selama 2025.
Sepuluh developer ini mencatat kontribusi signifikan dengan total realisasi kredit mencapai Rp1,7 triliun, setara 50% dari total KPR Non Subsidi yang disalurkan BTN
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Bank Mandiri 12.900 unit ATM/CRM serta 322.000 mesin EDC yang tersebar di seluruh Indonesia guna mendukung kelancaran transaksi nasabah.
Laporan keuangan bulanan (bank only) dari Bank Mandiri Januari 2026 mencatat realisasi kredit perseroan tumbuh 15,62% secara tahunan (year on year) menjadi Rp1.511,4 triliun.
Bank Mandiri catat laba 2025 Rp56,3 triliun, lampaui konsensus. Analis rekomendasikan beli saham BMRI dengan target harga hingga Rp6.400. Didukung kredit tumbuh 13%
Sejalan dengan akselerasi ekonomi tersebut, Bank Mandiri turut konsisten mempertahankan fundamental keuangan solid sepanjang 2025.
Komitmen Menggerakan Perekonomian Nasional
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved