Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
DEFISIT APBN per Oktober 2019 yang mencapai Rp289,1 Triliun (1,80% dari PDB) dinilai wajar. Hal itu mengingat adanya peningkatan belanja negara sementara target penerimaan pajak semakin jauh dari target.
Hal tersebut disampaikan Ekonom dan Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah.
"Pelebaran defisit bukan suatu yang buruk apalagi sebuah dosa," ujarnya kepada Media Indonesia, Senin (18/11).
Menurutnya, pemerintah memang telah memproyeksikan defisit akan berada di atas 2%. "Strategi pelebaran defisit ini seharusnya yang diambil pemerintah ke depan," imbuhnya.
Di tengah perlambatan global, kata Piter, pemerintah harus meningkatkan permintaan domestik khususnya lewat konsumsi dan investasi.
Baca juga : Sri Mulyani Puas dengan Realisasi Belanja
"Itu bisa dilakukan dengan memberikan insentif fiskal berupa kelonggaran pajak, serta meningkatkan belanja. Konsekuensinya defisit APBN melebar, utang pemerintah meningkat. Ini yang disebut kebijakan kontrasiklus, melawan perlambatan global," jelasnya.
"Banyak negara melakukan kebijakan ini, membiarkan defisit fiskal melebar yang artinya utang pemerintah meningkat," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan defisit APBN 2019 per Oktober mencapai Rp289,1 triliun atau 1,80% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit anggaran tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2018 sebesar Rp229,7 triliun atau 1,56% dari PDB.
"Posisi bulan Oktober defisit kita adalah pada angka Rp289,1 trilun atau sebesar 1,80% terhadap GDP," katanya saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (18/11). (Ol-7)
Kemenkeu mencatat penerimaan bea cukai Rp44,9 triliun hingga Februari 2026, terkontraksi 14,7% dibanding tahun lalu. Ini penyebabnya.
EKONOM PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang memberikan catatan terkait kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) per Februari 2026.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) masih di bawah asumsi yang ditetapkan APBN 2026.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran negara untuk memenuhi kebutuhan BBM subsidi masih mencukupi.
Ia menyebutkan, hal itu pasti akan mengakibatkan kenaikan harga barang dan jasa serta nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Jika harga minyak menembus angka 120 dolar AS per barel, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diperkirakan bisa melebar hingga 3,6%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved