Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Keuangan RI mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 per Oktober mencapai Rp289,1 triliun atau 1,80% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit anggaran tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018 yang mencapai Rp229,7 triliun atau 1,56% dari PDB.
"Posisi bulan Oktober defisit kita ada pada angka Rp 289,1 trilun atau sebesar 1,80% terhadap GDP," kata Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (18/11).
Diakuinya, defisit anggaran periode ini meningkat cukup signifikan, per Agustus 2019 defisit mencapai Rp199,1 atau sekitar 1,24% dari PDB. Sementara proyeksi defisit APBN sampai akhir tahun sebesar Rp296 triliun atau 1,84% dari PDB.
Peningkatan defisit, menurutnya, terjadi karena penerimaan negara hingga saat ini masih jauh lebih rendah dari belanja negara per Oktober yang mencapai Rp1.798 atau 73,1% dari target.
Baca juga: Komisi XI Terima Evaluasi Kinerja APBN 2019
Dijelaskannya, penerimaan negara hingga Oktober baru mencapai Rp1.508,9 triliun. Secara umum jumlah tersebut baru mencapai 69,7% dari target penerimaan APBN 2019 yakni sebesar Rp2.168,1 triliun.
"Total penerimaan perpajakan Januari hingga Oktober tercatat Rp1.173,9 triliun. Jumlah ini masih 65,7% dari target," imbuhnya.
Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) per Oktober sebesar Rp333,3 triliun. Jumlah tersebut baru mencapai 88,1% dari target akhir tahun ini.
Adapula, asumsi makro yang sesuai perkiraan juga turut mempengaruhi penerimaan negara. Selain itu juga terkait lifting minyak dan lifting gas yang realisasinya lebih rendah dari asumsi APBN 2019.(OL-5)
Kemenkeu mencatat penerimaan bea cukai Rp44,9 triliun hingga Februari 2026, terkontraksi 14,7% dibanding tahun lalu. Ini penyebabnya.
EKONOM PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang memberikan catatan terkait kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) per Februari 2026.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) masih di bawah asumsi yang ditetapkan APBN 2026.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran negara untuk memenuhi kebutuhan BBM subsidi masih mencukupi.
Ia menyebutkan, hal itu pasti akan mengakibatkan kenaikan harga barang dan jasa serta nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Jika harga minyak menembus angka 120 dolar AS per barel, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diperkirakan bisa melebar hingga 3,6%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved