Kamis 14 November 2019, 16:56 WIB

Presiden: Membangun Infrastruktur, Membangun Bangsa yang Maju

Andhika prasetyo | Ekonomi
Presiden: Membangun Infrastruktur, Membangun Bangsa yang Maju

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) berbicara dalam diskusi Forum A1 di Jakarta, hari ini.

 

MEMBANGUN infrastruktur bukanlah sekedar menutup tanah dengan aspal menjadi jalan atau menyambung dua desa dengan jembatan sehingga masyarakat bisa berjalan dan menyeberang di atasnya.

Lebih dari itu, Presiden Joko Widodo menekankan bahwa membangun infrastruktur bertujuan untuk membangun sebuah bangsa yang lebih maju.

Pembangunan jalan, jembatan, bandara, pelabuhan, rel kereta api dan lain sebagainya di berbagai daerah akan memancing industri untuk masuk dan beroperasi di sana.

Dengan demikian, lapangan kerja akan banyak tercipta bagi masyarakat di daerah. Roda perekonomian akan berputar, tidak hanya terpusat di Jawa tetapi juga di pulau-pulau lain di seluruh Indonesia.

Baca juga: Ditanya Soal Menteri Basuki, Presiden: Ditanya Bosan, ya Bosan

Indonesia, lanjut presiden, adalah negara dengan sumber daya alam yang sangat kaya. Hasil pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan-kerajinan akan terdistribusi dengan baik dari daerah-daerah produksi ke kota-kota konsumsi.

Dengan adanya infrastruktur, sistem logistik akan menjadi lebih baik. Berbagai komoditas bisa tersalur ke tujuan manapun dengan harga yang terjangkau.

Di luar itu, membangun infrastruktur juga menciptakan layanan publik yang lebih baik kepada masyarakat. Percuma ada sekolah jika jalan atau jembatan untuk menuju sekolah tidak ada.

Fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit pun harus didukung infrastruktur yang bisa mengoneksikan mereka kepada masyarakat.

"Saya beri contoh nyata. Dulu, dari Wamena ke Nduga, itu harus jalan kaki empat hari empat malam. Sekarang, dengan jalan yang sudah dibangun, hanya butuh waktu kira-kira lima jam sudah sampai. Kalau ada penduduk yang sakit di Nduga mau dibawa ke rumah sakit di Wamena, tidak perlu lagi bopong-bopong empat hari empat malam. Dengan mobil atau sepeda motor, lima jam sampai," ucap Presiden Jokowi di Jakarta, Kamis (14/11).

Satu tujuan besar lainnya dari pembangunan infrastruktur adalah untuk membangun peradaban yang lebih baik.

Jokowi menyebut, dengan keberadaan infrastruktur yang apik, masyarakat bisa berubah menjadi lebih beradab.

"Budaya antre, disiplin, itu sudah terlihat dari masyarakat yang menggunakan MRT. Begitupun nanti dengan LRT. Kita bisa membangun peradaban yang lebih baik," ucap Jokowi.

Dengan semua tujuan itu, pembangunan infrastruktur jelas akan memiliki begitu banyak manfaat.

Walaupun, memang, manfaat itu tidak akan dapat dinikmati dalam waktu singkat.

Hal serupa dengan upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang mulai digalakkan Jokowi pada periode kepemimpinan kedua.

Setidaknya, dibutuhkan waktu 10 hingga 20 tahun untuk bisa menyicipi hasil kerja keras yang dikerjakan saat ini.

"Tapi itu risiko yang harus kita berani ambil sekarang. Hasilnya baru akan terlihat nanti. Kalau kita menunggu jadi negara maju dulu baru mulai mwmbangun, kita tidak akan membangun-membangun," tandasnya.(OL-4)

Baca Juga

Ist

Sambil Menanam Padi, Menko Perekonomian Airlangga Serap Aspirasi Petani

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 September 2021, 08:19 WIB
Kepada Menko Perekonomian, petani bersyukur mendapatkan bantuan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari...
Dok. Pribadi

Pupuk Kaltim Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan Lokal

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 24 September 2021, 22:48 WIB
Program yang berjalan sejak 2016 tersebut menaungi para nelayan yang bergerak di budidaya Lobster dan Kerapu di Keramba Jaring Apung (KJA)...
DOK IST

Bahan Bangun Menentukan Kualitas

👤Gana Buana 🕔Jumat 24 September 2021, 22:22 WIB
Masyarakat semakin mencari bahan bangunan berkualitas karena bisa mengurangi beban di masa...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rivalitas Sengit Menjadi Panglima

PERSAINGAN antara KSAD Jenderal Andika Perkasa dan KSAL Laksamana Yudo Margono untuk menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto makin sengit.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya