Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Angkasa Pura (AP) II, dalam waktu dekat, akan mengoperasikan tiga bandara di Sumatra yakni HAS Hanandjoeddin, Belitung; Fatmawati Soekarno, Bengkulu, dan Radin Inten II, Lampung.
Saat ini, ketiga bandara tersebut masih di bawah pengelolaan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan nantinya akan dialihkelolakan kepada perseroan melalui skema Kerja Sama Pemanfaatan Aset Barang Milik Negara.
Vice President of Corporate Communication Angkasa Pura II Yado Yarismano mengatakan proses pengalihan pengelolaan sudah mulai dilaksanakan.
Pembahasan telah dilakukan dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, dan pihak lainnya yang tergabung di dalam Tim Kerja Sama Pemanfaatan.
“Sejauh ini, pembahasan berjalan lancar dan kami harap, selangkah lagi, pada tahun ini Angkasa Pura II resmi menjadi pengelola Bandara HAS Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, Fatmawati Soekarno di Bengkulu, dan Radin Inten II di Lampung,” ujar Yado melalui keterangan resmi, Rabu (25/9).
Baca juga: Proyek Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya Dimulai
Dengan dialihkannya pengelolaan tiga bandara tersebut, nantinya, pemerintah tidak perlu lagi mengeluarkan dana dari APBN untuk kegiatan operasional
Belanja modal dan biaya operasional tiga bandara itu, ucap Yado, sepenuhnya akan berasal dari kantong AP II.
"Ini sebagai bentuk penghematan APBN. Itu bisa dialokasikan untuk hal lain," tuturnya.
Walaupun sudah tidak lagi menyumbang untuk kegiatan operasional, pemerintah masih akan mendapat pendapatan tetap dan pembagian keuntungan. Aset ketiga bandara itu juga tetap milik negara. Perseroan hanya diembani tugas untuk mengelola.
Untuk saat ini, AP II sudah memiliki rencana investasi senilai Rp1,5 triliun untuk 30 tahun ke depan di tiga bandara tersebut.
Di Bandara HAS Hanandjoeddin, perseroan akan membangun terminal baru dan perluasan terminal yang ada untuk mengakomodasi maksimal 6 juta penumpang hingga 30 tahun mendatang.
Pengembangan juga akan dilakukan di Bandara Fatmawati Soekarno dengan membangun terminal baru dalam dua tahap guna mengantisipasi pergerakan 5,6 juta penumpang dalam 30 tahun ke depan.
Adapun, di Bandara Radin Inten II, pengembangan dilakukan di sisi udara yaitu untuk overlay runway secara berkala serta pembangunan dan rehabilitasi fasilitas bandara. (OL-2)
Seluruh sertifikat kesehatan awak pesawat tersebut masih berlaku pada saat kejadian.
Ahmad Safei meminta Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri untuk segera melakukan pencarian korban hilangnya pesawat ATR 42-500
Pemerintah telah membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin untuk memberikan pendampingan kepada keluarga.
Pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
Keputusan tersebut diambil setelah terjadinya kecelakaan maut bus di Tol Krapyak, Semarang, yang menewaskan 16 penumpang pada Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved