Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWASAN Puri Indah memiliki potensi perkembangan properti yang kian pesat di Jakarta Barat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencanangkan kawasan ini sebagai pusat distrik bisnis (CBD) di Jakbar atau yang dikenal dengan Koridor Puri dan Lingkar Luar Barat.
Direktur Ciputra Group, Agustono Effendy, menegaskan, dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini berkembang pesat karena pembangunan infrastruktur yang masif. Salah satu pemicunya ialah keberadaan pusat pemerintahan yaitu Kantor Kotamadya Jakbar serta ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2 yang memudahkan akses ke lokasi-lokasi penting di Ibu Kota, seperti Bandara Soekarno–Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok.
"Perkembangan area barat Jakarta terdampak dari pertemuan antara dua ruas tol, antara JORR W2 dan Tol Dalam Kota (Tol Jakarta-Merak). Pertemuan kedua ruas tol ini berada di kawasan Puri Indah dan kedua tol tersebut secara geografis menempel, menyatu serta membelah kawasan Puri Indah dan sekitarnya, sehingga lokasinya sangat strategis," kata Agustono di Jakarta, Senin (23/9).
Alhasil, pembangunan kawasan Puri Indah terus bergerak. Fasilitas di kawasan ini kian lengkap, mulai dari fasilitas vital seperti rumah sakit, sekolah dan universitas, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan lainnya. Kehadiran fasilitas yang komplet dan beragam ini membuat nilai investasi di kawasan Puri Indah terus bergerak naik.
Perkembangan ini pun merangsang proyek Ciputra Group yang berlokasi di ruas Jalan Lingkar Barat pada Koridor Puri dan Lingkar Luar Barat ini sebagai daerah 'New Central Business District'. Proyek ini dikembangkan dengan konsep integrated complex yang mengintegrasikan fungsi-fungsi area komersial, residensial, hotel, dan zona ritel, serta gaya hidup dalam satu kawasan.
Diluncurkan pada 2016, salah satu produk apartemen yang bernama Amsterdam Tower Amsterdam saat ini sudah beroperasi. Kesuksesan Tower Amsterdam membuat Ciputra Group menawarkan produk baru yaitu Tower San Fransisco.
Baca juga: Bea Cukai Pasuruan Tetapkan 6 Perusahaan Kawasan Berikat Mandiri
"Tower San Fransisco sendiri menawarkan unit-unit yang sudah siap huni, sehingga bisa langsung ditempati tanpa harus menunggu lagi," kata Andreas Raditya, General Manager Marketing Ciputra Group.
Ciputra International merupakan sebuah kawasan mixed use development seluas 7,4 hektare yang terdiri atas 10 menara dengan 6 menara perkantoran, 3 menara apartemen, dan 1 menara hotel berbintang 5 yang berkonsep 'One Stop Living and Business District'.
Ciputra International dikembangkan untuk menjadi 'The New CBD' yang terintegrasi ini dibuktikan dengan office tower yang lebih mendominasi jumlahnya.
Raditya menyebutkan, keberadaan office tower Tokopedia Care yang sudah beroperasi sejak tahun lalu dan disusul dengan Propan Tower yang akan segera beroperasi di tahun depan juga menjadi pasar tersendiri terkait tersedianya hunian apartemen di kawasan Ciputra International.
Apartemen di Ciputra International memiliki potensi investasi tinggi bagi investor. Ini dibuktikan dengan suksesnya tower Amsterdam yang banyak dihuni oleh pekerja kantoran dari Tokopedia Care.
"Para pekerja yang berkantor di Ciputra International tentunya lebih memilih tinggal dalam kawasan ini karena sangat memudahkan dan sangat hemat waktu karena tinggal dalam lokasi yang sama dengan tempat kerja. Selain itu, kami juga melihat kebutuhan para generasi milenial yang membutuhkan hunian yang dekat dengan segala fasilitas yang menunjang," jelas Raditya. (RO/OL-1)
Ia menilai pesan utama Prabowo adalah penguatan postur pertahanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap negara.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved