Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Pasar saham dan pasar obligasi Indonesia masih menarik di tengah gejolak ekonomi global. Hal itu lantaran obligasi di Indonesia masih memberikan imbal hasil yang tinggi.
"Pasar saham masih memberikan peluang investasi yang menarik karena valuasinya, juga potensi pertumbuhan laba korporasi yang diperkirakan sekitar 9% pada tahun ini," kata Chief Economist Investment Strategist Manulife Aset Manajemen Indonesia Katarina Setiawan dalam keterangan resminya di Jakarta, kemarin.
Selain itu, lanjut Katarina, terdapat sejumlah katalis ke depan untuk pasar saham, antara lain pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Bank Indonesia, percepatan reformasi kebijakan oleh pemerintah, perbaikan data aktivitas ekonomi, dan pemotongan pajak korporasi.
Untuk pasar obligasi, di tengah kondisi suku bunga rendah seperti saat ini, obligasi Indonesia sangat menarik karena masih memberikan imbal hasil riil (real yield) yang tinggi.
"Komitmen BI untuk menjaga nilai tukar rupiah dan juga pasar obligasi Indonesia memberikan sentimen yang positif bagi obligasi Indonesia," kata Katarina.
Menurut Katarina, gejolak dan volatilitas di pasar finansial bukan sesuatu yang jarang terjadi. Ia pun menyarankan investor untuk selalu memonitor perkembangan yang ada.
"Jangan lupa bahwa selalu ada peluang di setiap kondisi termasuk di tengah-tengah volatilitas global yang tinggi. Jangan takut untuk berinvestasi, sesuaikan portofolio investasi Anda dengan tujuan dan jangka waktu investasi yang ditargetkan," ujar Katarina.
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada penutupan kemarin melemah akibat terseret peningkatan ketegangan di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia.
Rupiah ditutup melemah 75 poin atau 0,54% menjadi 14.042 per dolar AS dari sebelumnya 13.967 per dolar AS.
"Perkembangan di Timur Tengah kembali memanas akibat salah satu kilang minyak di Arab Saudi milik Saudi Aramco diserang, dan Iran yang dijadikan kambing hitam," kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, kemarin.
Kenaikan harga minyak membawa sentimen negatif bagi rupiah mengingat Indonesia ialah negara net importir minyak. (Ant/E-3)
PT Pollux Hotels Group Tbk memperkuat strategi kebutuhan dan struktur pendanaannya dengan menerbitkan Obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025 senilai maksimal Rp500 miliar.
SMF menilai kebijakan Bank Indonesia yang menetapkan obligasi SMF sebagai underlying transaksi repo, akan membuka kembali minat investor t
SBN akan memperluas ekosistem aset digital yang terukur dan sesuai regulasi guna mendukung pertumbuhan sektor keuangan digital nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons usulan Luhut Binsar Pandjaitan soal suntikan dana Rp50 triliun ke INA, dengan syarat dialokasikan ke sektor riil, bukan obligasi.
IHSG, nilai kapitalisasi pasar, dan juga rata nilai transaksi harian, membukukan rekor tertinggi atau all time high. Pasar modal domestik pada September 2025 mencatatkan kinerja yang positif.
Rencana penerbitan private placement Patriot Bond oleh Danantara Indonesia senilai Rp50 triliun menuai dukungan.
Bursa kembali memperketat pengawasan pasar. Pada perdagangan Rabu (21/1), sebanyak enam saham emiten resmi masuk daftar papan pemantauan khusus
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
IHSG hari ini 20 Januari 2026 cetak rekor baru di 9.169 sebelum berfluktuasi. Cek saham top gainers ZATA, ELIT & analisis dampak Rupiah Rp17.000.
PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.
IHSG kembali mencetak rekor All Time High di level 9.072 pada Kamis (15/1/2026). Simak data perdagangan, saham top gainers, dan sentimen pasar global.
VICE President Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi, memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang menguat hingga akhir Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved