Senin 09 September 2019, 17:45 WIB

Qnet Perusahaan Penjualan Langsung, bukan Money Game

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Qnet Perusahaan Penjualan Langsung, bukan Money Game

Ist
Qnet Perusahaan Penjualan Langsung

 

SEHUBUNGAN dengan pemberitaan yang simpang siur mengenai Qnet, perusahaan global dalam penjualan langsung ini pun ingin memberikan klarifikasi atas beberapa berita dan opini yang beredar di masyarakat, terutama di media massa dan media sosial.

"Qnet bukan perusahaan money game seperti yang diberitakan pada beberapa media massa dan media sosial. Qnet tergabung dalam Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) yang mengontrol ketat setiap aktivitas bisnis para anggotanya. Perusahaan direct selling memiliki produk berkualitas yang dijual. Sedangkan pada perusahaan money game, orang hanya menaruh uang dan berharap mendapatkan perkembangan dari downline atas uang yang telah diinvestasikannya. Bisnis direct selling atau yang lebih dikenal dengan MLM (multilevel marketing), diatur dalam Permendag No 32 Tahun 2008 dimana anggota mendapatkan komisi dari hasil penjualan produk," tegas Ganang Rindarko, General Manager Qnet Indonesia, dalam siaran persnya, Senin (9/9).

Ganang menambahkan, ada beberapa berita dan opini yang cenderung memberikan informasi bohong atau hoaks. Beberapa hal yang harus diluruskan ialah Qnet bukan perusahaan investasi bodong atau perusahaan money game. Qnet merupakan perusahaan direct selling global yang sudah berdiri selama 21 tahun.

 

Baca juga:  Ekonomi Kreatif Penggerak Perekonomian Indonesia

 

"Qnet termasuk anggota APLI, Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia. Artinya, bisnis Qnet resmi dilakukan di Indonesia dengan nomor keanggotaan Qnet 0167/06/15. Selain itu, Qnet di Indonesia mengantongi Surat Izin Usaha Perdagangan dengan nomer induk usaha 8120004951797," imbuh dia.

Selain itu, Qnet tidak pernah menganjurkan atau memerintahkan anggotanya untuk melakukan penipuan dengan modus lapangan kerja karena Qnet menawarkan bisnis dan pemasaran penjualan langsung. Jadi yang didapatkan oleh anggota Qnet bukanlah gaji, tetapi komisi atas kerja keras dalam menjalankan bisnis Qnet.

"Saya juga mengimbau kepada para anggota Qnet agar tidak perlu risau dengan adanya pemberitaan ini. Bisnis Qnet masih terus berjalan, kegiatan operasional QNET pun berjalan normal," pungkas Ganang. (RO/OL-1)

Baca Juga

foryourmarriage.org

130 Juta Produk UMKM Terjual saat Big Ramadhan Sale 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 01:30 WIB
Shopee Indonesia mencatat penjualan sebanyak 130 juta produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) selama kampanye "Big Ramadhan Sale...
Ant/Fikri

GRP Berharap Industri Baja Terlindungi dari Serbuan Impor

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Mei 2021, 22:57 WIB
PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) berharap pemerintah melindungi industri baja dalam negeri serta memastikan daya saing yang lebih kompetitif...
Dok.Super Indo

Pastikan Standarisasi Keamanan Pangan Jelang Hari Raya Idul Fitri

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Mei 2021, 18:50 WIB
Masalahnya adalah kondisi itu terkadang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya