Senin 09 September 2019, 15:37 WIB

Ekonomi Kreatif Penggerak Perekonomian Indonesia

Farhan Zhuhri | Ekonomi
Ekonomi Kreatif Penggerak Perekonomian Indonesia

Ist
Mantan Menteri Perdagangan RI Mari Elka Pangestu

 

MANTAN Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011-2014, Mari Elka Pangestu, menyebut adanya nilai ekonomi kebudayaan melalui pengembangan industri kreatif di Indonesia. Dirinya menjelaskan bahwa sejak 2011 pemerintah pertama kalinya menetapkan sebuah lembaga negara dengan nomenklatur ekonomi kreatif, yakni Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Ekonomi kreatif dipandang sebagai sektor penggerak yang dapat menciptakan daya saing bagi manusia dan bangsa Indonesia,” ungkap Mari Pangestu dalam acara Cultural Economics Forum yang digelar di auditorium Center for Strategic and Internationl Studies (CSIS), Jakrta Pusat, Kamis (5/9).

Baca juga: Ikatsi: Pemerintah Harus Segera Selamatkan Industri TPT Nasional

Menurutnya, pada 2014, ada tiga misi utama pemerintah dalam pengembangan ekonomi kreatif. Pertama mengoptimalkan pemanfaatan dan mengembangkan sumber daya lokal yang berdaya saing, dinamis, dan berkelenjutan. Kedua, mengembangkan industri kreatif yang berdaya saing, tumbuh, dan beragam. Ketiga, mengembangkan lingkungan yang kondusif yang mengarusutamakan kreativitas dalam pembangunan nasional dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Selain Mari Pangestu, dalam acara tersebut turut hadir Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid. Dalam kesempatan tersebut dirinya menekankan fungsi meningkatkan ekonomi dan mengurangi kesenjangan yang tertuang dalam Undang-Undang No 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Indonesia telah memiliki aset kebudayaan yang begitu kaya dan perlu didukung bersama secara gotong royong. Ekonomi berbasis kebudyaan memperkuat alasan pemerintah, swasta, pegiat budaya, dan masyarakat untuk berkonsolidasi memadukan pengembangan budaya dalam pembangunan,” jelas Farid dalam acara tersebut.

Acara Cultural Economics Forum yang dilaksanakan dengan kolaborasi bersama Koalisi Seni Indonesia dan Direktorat Jendral Kebudayaan Kemendikbud. Dalam acara tersebut turut hadir sejumlah ekonom baik dari dalam negeri maupun luar negeri seperti David Thorsby AO yang merupakan ahli ekonomi berbasis kebudayan dari Australia.

Forum tersebut adalah bagian dari advokasi Koalisi Seni Indonesia demi kebijakan yang lebih mendukung pemajuan sektor seni budaya. Pengurus Koalisi Seni Indonsia, Linda Hoemar Abidin berharap forum tersebut dapat meyakinkan para pembuat kebijakan di pemerintahan, peruashaan swasta, maupun mitra pembangunan lainnya untuk lebih menggunakan pendekatan ekonomi berbasis kebudayaan dalam perencanaan dan pelaksanaan kerjanya.

“Sehingga pembangunan manusia Indonesia tidak hanya mendorong produktivitas perekonomian, tapi juga memungkinkan mereka mencapai kebahagiaan,” pungkas Linda. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More