Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Sesuaikan Regulasi, RI Tidak Otomatis Impor Ayam dari Brasil

Andhika prasetyo
06/9/2019 13:47
Sesuaikan Regulasi, RI Tidak Otomatis Impor Ayam dari Brasil
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita(MI/SUSANTO)

INDONESIA telah memperbarui regulasi impor ayam dan produk ayam guna menyesuaikan putusan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Perubahan tersebut mengikuti putusan panel sengketa DS 484 Badan Penyelesaian Sengketa (Dispute Settlement Body/DSB) WTO pada 22 November 2017 terkait gugatan Brasil atas ketentuan dan prosedur impor ayam yang diberlakukan Indonesia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan penyesuaian aturan dilakukan dengan cara mengharmonisasikan kepentingan nasional, kesehatan masyarakat, serta aturan yang telah disepakati Indonesia di WTO.

“Produk ayam impor yang masuk ke Indonesia tetap harus memenuhi standar kesehatan yang berlaku secara internasional serta standar halal yang berlaku di Indonesia. Selain itu, penting diketahui bahwa kebijakan halal Indonesia untuk produk ayam tidak pernah dinyatakan bersalah oleh panel sengketa WTO,” ujar Enggartiasto melalui keterangan resmi, Jumat (6/9).

Sejak 2009, Brasil berupaya membuka akses pasar produk unggas ke Tanah Air. Namun, mereka menganggap Indonesia memberlakukan ketentuan dan prosedur yang menghambat masuknya produk tersebut ke pasar dalam negeri. Akhirnya, Brasil menggugat Indonesia ke WTO pada 16 Oktober 2014.

Baca juga: Mendag: Daging Ayam Brasil bisa Masuk Selama Penuhi Standar

Putusan panel sengketa DS 484 menyatakan empat kebijakan Indonesia melanggar aturan, yakni kebijakan positive list, fixed license term, intended use, dan undue delay.

Atas putusan tersebut, Indonesia berkewajiban melakukan penyesuaian dengan menghapus empat poin tersebut.

Kemendag juga memperluas cakupan impor ayam termasuk potongan ayam seperti sayap, paha, dada.

Kendati demikian, lanjut Enggartiasto, penyesuaian peraturan yang dilakukan tidak berarti memberikan preferensi perdagangan untuk ayam dan produk ayam dari Negeri Samba.

"Tidak serta merta impor ayam dan produk ayam dari Brasil akan langsung terlaksana,” ungkap Menteri Perdagangan Engartiasto Lukita.

Pasalnya, ia menyebut para importir lokal kurang tertarik mendatangkan untuk mengimpor ayam dari Brasil dengan beberapa pertimbangan, seperti jauhnya jarak sehingga menyebabkan harga pengiriman tinggi.

"Dalam beberapa tahun terakhir, Kemendag belum mengeluarkan persetujuan impor dari Brasil karena tidak ada pengajuan oleh importir," tandasnya.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya