Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN teknologi sesuatu yang tidak bisa dihindari. Seperti efek domino, dengan berkembangnya teknologi, berkembang pula pola pikir dan gaya hidup manusia. Hal ini membuka kesempatan orang untuk melewati batasan ruang dan waktu dalam berinteraksi, seperti antara perusahaan atau merek dan pelanggan.
Dahulu, cara interaksi customer atau pelanggan menggunakan teknologi (voice) untuk menyampaikan keluhan dan kritikan kepada customer care/customer service terkait perusahaan/merek, tapi kini pelanggan lebih menggunakan kanal digital untuk menyampaikan keluhan dan kritikannya. Seperti media sosial (Facebook, Twitter, dan Instagram), portal berita, forum ataupun blog.
"Di era digital seperti sekarang ini, kanal yang harus dikelola perusahaan sebagai touch-points yang menghubungkan perusahaan atau merek semakin beragam, aset-aset digitalnya pun menjadi lebih penting karena sifatnya terbuka. Kalau tidak dikelola dengan baik maka kredibilitas perusahaan atau merek dapat terancam," kata CEO and Co-Founder Ivosights, Elga Yulwadian, melalui keterangan tertulis Rabu (4/9).
Menurut Elga, hal itu membuat Ivosights menyediakan Sociomile, platform layanan customer care omni channels yang dapat menghimpun sebagian besar kanal interaksi digital dalam satu dashboard.
"Berinteraksi langsung dengan customer melalui media sosial secara manual bisa sangat sulit karena banyak kanal media sosial. Sociomile merupakan platform yang memudahkan. Customer service kami akan membantu merespons keluhan yang disampaikan customer melalui kanal digital," ujar Elga.
Baca juga: Layanan Berbasis Digital, Pengurusan Hak Tanggungan semakin Cepat
Tak hanya di situ, memasuki tahun kedua, dengan menggandeng Thisable, Sociomile siap melibatkan penyandang disabilitas sebagai customer care atau customer service. Langkah itu merupakan bentuk dukungan Ivosights pada program pemerintah terkait pembangunan ketenagakerjaan yang inklusif yakni mempekerjakan penyandang disabilitas.
Untuk itu, lanjut Elga, Ivosights memberikan kesempatan kepada 20 penyandang disabilitas untuk bergabung dan berkarya bersama mengembangkan Ivosights.
"Tidak menutup kemungkinan akan terus berlanjut kerja sama ini," ungkapnya.
Berdasarkan data dari Thisable Enterprise, total penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 21.846.733 atau setara dengan 8,56% penduduk Indonesia, terdiri atas 18.132.789 orang penyandang disabilitad pasif dan 3.713.944 orang penyandang disabilitas aktif.
CEO and Co-Founder Thisable Enterprise, Angkie Yudistia, mengatakan, saat ini baru 14.650 penyandang disabilitas yang bergabung dengan Thisable Enterprise dan 3.255 orang merupakan penyandang disabilitas yang siap kerja.
"Kami menyambut baik kerja sama ini. Kami siap memberikan mitra kami yang berkualitas untuk berkarya bersama Ivosights," ujarnya. (RO/OL-1)
Sering kali, perusahaan terjebak di tahap percontohan karena demo terlihat bagus.
Pemprov DKI Jakarta tegas tindak perusahaan pelanggar THR 2026. Sanksi mulai teguran tertulis hingga pembekuan usaha. Cek cara lapor di Posko THR di sini!
DALAM rangka memperkuat penetrasi pasar dan memaksimalkan potensi pembiayaan di wilayah Jawa Barat, PT Shinhan Indo Finance (SIF) mengoptimalkan kembali operasional Kantor Cabang Bandung.
Dalam rancangan awal, kewajiban ini akan menyasar perusahaan dengan skala besar, yakni yang memiliki jumlah karyawan minimal 2.000 orang.
Melalui sistem Unified User, hambatan administrasi dalam proses rekrutmen diminimalisir.
MEREK perawatan kulit asal Korea Selatan, Innisfree, menutup seluruh gerai fisiknya di Indonesia. Perusahaan tetap melayani konsumen melalui penguatan kanal digital dan retailer resmi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved