Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI bersiap menyambut implementasi Peraturan Presiden tentang Percepatan Pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik dengan menyiapkan kebutuhan baterai sebagai satu elemen terpenting.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara mengatakan hal itu seusai membuka acara Bandung Riset Expo (BandREx) 2019 di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/8).
"Baterai yang sudah kami uji coba itu bisa 680 km di sepeda motor. Kita akan coba terus agar durability (ketahanannya) dapat diukur dalam rangka menyambut mobil listrik," ujarnya saat menjawab pertanyaan Media Indonesia.
Baca juga: Presiden Resmi Teken Perpres Mobil Listrik
Sebagaimana diketahui, baterai kendaraan listrik baik yang masih berkonsep ataupun yang sudah mengaspal membutuhkan sebuah baterai sebagai penyimpan daya untuk didistribusikan ke kendaraan bermotor listrik.
Dari riset baterai pada motor listrik yang dilakukan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Kemenperin, Ngakan meyebutkan, biaya pembuatan baterei dalam sebuah produk motor listrik mencapai sekitar 40% dari harga jual motor itu sendiri.
"Hampir separuhnya. Maka itu (baterai) cukup menentukan bagaimana motor listrik ini bisa berkembang di Indonesia," sahut Ngakan. (A-4)
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
DI sektor petrokimia, pengelolaan air tidak hanya berfokus pada pemenuhan baku mutu lingkungan, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam menjaga kontinuitas operasi industri.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Hal itu disampaikan Indra dalam Talkshow Perburuhan Nasional bertema 'Babak Baru Ketenagakerjaan Indonesia' yang digelar di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Jumat (30/1).
Yulina memimpin bisnis yang memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Nusantara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved