Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Kegiatan Riset Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Andhika Prasetyo
31/7/2019 18:55
Kegiatan Riset Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
Ilustrasi(Thinkstock)

PERTUMBUHAN ekonomi serta kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Jika ingin memiliki angka pertumbuhan ekonomi yang sehat, sebuah negara harus memiliki salah satu pendorong berupa investasi di bidang riset dan pengembangan.

Demikian diungkapkan Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia Teguh Datarto di Jakarta, Rabu (31/7).

Tiga negara teratas dengan dana riset terbesar ialah Amerika Serikat, Tiongkok dan Jepang. Alokasi dana penelitian yang dimiliki tiga negara itu lebih dari 2% dari total PDB. Sementara, di Indonesia, baru sekitar 0,25% dari PDB.

Baca juga:Dana Riset Diusulkan Rp150 Triliun Per Tahun

Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Vietnam, Thailand dan Malaysia, Indonesia pun masih tertinggal.

Tiga negara ASEAN itu memiliki dana riser sebesar 0,44%, 0,78%, 1,3% dari PDB.

"Sudah terbukti di dunia internasional bahwa investasi di bidang riset dan pengembangan, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta, merupakan pendorong penting bagi pertumbuhan ekonomi," ujar Teguh di Jakarta, Rabu (31/7).

Dana riset tersebut digunakan untuk melakukan inovasi guna mendukung peningkatan produktivitas. Hasilnya, kinerja produksi di negara tersebut menjadi baik dan mendorong pertumbuhan ekonomi

“Negara-negara yang tidak mengembangkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologinya akan tertinggal. Kita juga harus ingat membangun ilmu pengetahuan dan teknologi tidak bisa secara instan. Itu perlu proses panjang dan dukungan sumber daya manusia dan finansial yang mencukupi,” tutur Teguh.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya