Kamis 20 Juni 2019, 23:15 WIB

Dana Riset Diusulkan Rp150 Triliun Per Tahun

Antara | Humaniora
Dana Riset Diusulkan Rp150 Triliun Per Tahun

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Ketua Lembaga Bantuan Teknologi (LBT) Prasetyo Sunaryo

 

KETUA Lembaga Bantuan Teknologi (LBT) Prasetyo Sunaryo mengusulkan dana riset dan pengembangan Rp150 triliun per tahun sehingga bisa memicu kemajuan Indonesia.

"Untuk riset dan pengembangan (RnD), anggaran Indonesia baru sekitar 0,3% dari produk domestik bruto (PDB)," kata Ketua Lembaga Bantuan Teknologi Prasetyo di Gedung DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia, Jakarta, Kamis (20/6).

Dia mengatakan 0,3% PDB itu setara dengan Rp30 triliun. Sementara idealnya anggaran RnD untuk Indonesia sebesar 1,5% dari PDB yaitu sekitar Rp150 triliun per tahun.  

Iptek, kata dia, merupakan salah satu dari tiga indikator kinerja suatu bangsa. Dua indikator lain adalah kinerja ekonomi makro dan kinerja kualitas penyelenggaraan negara.  

"Masing-masing indikator memberikan kontribusinya secara proporsional sepertiga kemajuan bangsa. Bahkan negara maju kinerja perkembangan tingkat penguasaan iptek memberi kontribusi 50%," kata dia.  


Baca juga: Dies Natalis Ke-55, UNJ Gelar Pesta Rakyat


Menurut dia, presentase anggaran untuk RnD di Indonesia itu kalah dengan negeri lain seperti Malaysia sebesar 1,3% PDB, Singapura (2,6%), Korea Selatan (4,6%), dan Jepang (3,5%).

Prasetyo menengarai presentase PDB untuk RnD yang kecil di Indonesia itu salah satu persoalannya saat ini terlalu didominasi elite politik. Belum banyak elite dari kalangan ekonom, ahli iptek, dan ilmuwan terkait lainnya.

Salah satu dampaknya, kata dia, produk undang-undang dan penganggaran iptek masih kecil.

"UU Iptek harus lex spesialis, kalau tidak maka begini terus. Kalau di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) bisa tapi kenapa iptek tidak bisa," kata dia. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More