Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

KUR BRI Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Atikah Ishmah Winahyu
19/7/2019 11:45
KUR BRI Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Corporate Secretary Bank BRI Bambang Tribaroto.(Dok. Pribadi)

PENYALURAN kredit usaha rakyat (KUR) yang dilakukan Bank BRI terbukti berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melihat manfaatnya tersebut, BRI berkomitmen akan terus mengucurkan KUR bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Corporate Secretary Bank BRI Bambang Tribaroto mengungkapkan hasil riset Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, menunjukkan bahwa nasabah menilai penyaluran KUR dan Kupedes BRI berperan dalam membantu nasabah untuk menciptakan shared value dari proses redefinisi produk dan pasar, serta dari proses perbaikan produktivitasnya.

Menurut Bambang, pada Semester I 2019, BRI menyalurkan KUR Rp50,3 triliun dengan lebih dari 2,4 juta debitur. Jumlah itu telah mencapai 57,8% dari target penyaluran KUR BRI yang ditetapkan pemerintah di tahun ini, yakni Rp86,97 triliun.

Dari jumlah itu, kata Bambang, KUR Mikro masih mendominasi penyaluran KUR BRI dengan total penyaluran mencapai Rp44 triliun. Adapun sisanya yakni KUR Kecil telah disalurkan sebesar Rp 6,1 triliun dan KUR TKI sebesar Rp92 miliar.

"Salah satu pendorong penyaluran KUR BRI yakni program Kewirausahaan Pertanian. Saat ini Bank BRI telah memiliki 286 daerah binaan di seluruh Indonesia," kata Bambang dalam pernyataan resmi, kemarin.

Bambang menjelaskan program kewirausahaan pertanian bertujuan untuk mendorong petani dengan skala ekonomi tertentu agar berkelompok menjadi wirausaha baru melalui dukungan sarana prasarana modern.

Secara terpisah, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian mengungkapkan realisasi penyaluran KUR untuk sektor peternakan pada Januari-Juni 2019 mencapai Rp3,42 triliun. Total pembiayaan itu dibagikan kepada 146.395 debitur.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Produk Peternakan Fini Murfiani mengungkapkan usaha peternakan sapi menjadi subsektor penerima terbesar dengan persentase 49,88%. Diikuti peternakan integrasi pertanian lainnya sebesar 19,41%, usaha peternakan unggas 15,57%, usaha peternakan domba/kambing 8,65%, dan usaha peternakan babi 6,48%. (Aiw/Pra/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya