Selasa 09 Juli 2019, 20:59 WIB

Bank Indonesia Fasilitasi Pelaku UMKM Go Digital dan Go Ekspor

Atikah Ishmah Winahyu | Ekonomi
Bank Indonesia Fasilitasi Pelaku UMKM Go Digital dan Go Ekspor

Thinkstock
Ilustrasi ekonomi digital

 

BANK Indonesia (BI) terus mendukung pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnis dan memperluas pasar.

Upaya ini diwujudkan BI dengan memfasilitasi UMKM dalam kegiatan business matching (temu bisnis) dan business coaching (konsultasi bisnis) yang menjadi bagian dari rangkaian Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 yang akan digelar pada 12-14 Juli 2019 di Exhibition Hall A, Jakarta Convention Center.

Kepala Departemen Pengembangan UMKM Bank Indonesia Budi Hanoto mengatakan, KKI 2019 berbeda dari konsep acara di tahun-tahun sebelumnya karena para pelaku UMKM akan dipertemukan dengan lembaga keuangan, marketplace, dan agregator/importir luar negeri.

"Kali ini 2019 tetap ada kolaborasi dengan desainer tapi juga mendorong ekspor dan karena sekarang era digital kami ingin memanfaatkan digitalisasi di bidang keuangan dan ekonomi agar UMKM lebih bisa mendunia dan akses digital ini sangat penting," kata Budi Hanoto di Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (9/7).

Baca juga : DJP Tambah Direktorat, Hasil Pajak E-Commerce Diharapkan Naik

Budi mengungkapkan ada 370 UMKM berkualitas dengan rincian 120 jenis produk kain dan fesyen, 88 jenis produk kerajinan, serta 150 jenis produk makanan dan minuman yang akan turut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Budi menuturkan, saat ini BI memiliki total 898 UMKM binaan yang terbagi dalam empat kategori yakni 401 UMKM potensial, 51 UMKM sukses, 355 UMKM yang sudah digital, dan 91 UMKM sudah ekspor.

BI akan terus melakukan upaya untuk membenahi UMKM agar lebih melek digital dengan memanfaatkan e-commerce, e-payment, dan e-financing.

Selain itu, BI juga melakukan pembinaan bagi UMKM yang ingin masuk ke pasar ekspor. Bagi UMKM yang dinilai siap ekspor akan difasilitasi dengan bank dan eksporter.

"Kalau UMKM sukses pembukuannya sudah benar, kita fasilitasi dengan bank dan eksporter. Kalau sudah terhubung berarti kan di sisi hilir, tapi kalau barangnya belum memenuhi kriteria kurator, kita didik dari sisi produksinya," terangnya. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA/Oky Lukmansyah

Industri Makanan Minuman Tumbuh Positif saat Pandemi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:44 WIB
Data tersebut diketahui berasal laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang memperlihatkan jumlah ouput industri makanan dan minuman dari...
ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Sriwijaya Air Tambah Kompensasi Ahli Waris Korban Jadi Rp1,5 M

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:35 WIB
Kewajiban untuk membayar ganti rugi kepada perwakilan atau ahli waris korban tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun...
Dok MI

Sandiaga: OJK Sepakati Kredit Pemulihan Parekraf Rp3 Triliun

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:05 WIB
Mereka yang tercatat sebagai penerima kredit, lanjut Sandiaga, akan mendapatkan bantuan dengan jumlah minimal sebesar Rp50 juta per...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya