Senin 03 Juni 2019, 09:47 WIB

Kementan Kawal Pasokan dan Harga Cabai dan Bawang Merah

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan Kawal Pasokan dan Harga Cabai dan Bawang Merah

Dok Kementan
Posko Cabai dan Bawang Metah Ditjen Hortikultura aktif memantau pasokan dan harga cabai serta bawang merah.

 

KEMENTERIAN Pertanian terus memantau pasokan aneka canai dan bawang merah di Tanah Air menjelang Idul Fitri. Pemantauan secara khusus dilakukan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Upaya itu untuk mengantisipasi lonjakan harga di luar kewajaran menjelang dan sesudah Lebaran.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Moh Ismail Wahab melalui keterangan tertulisnya mengatakatan bahwa Kementerian Pertanian telah memetakan pasokan cabai ke pasar DKI Jakarta dan sekitarnya pada H-5, hari-H, hingga H+5 dari berbagai daerah sentra pemasok.

"Tiap hari idealnya pasokan cabai rawit masuk Jakarta dan sekitarnya sebanyak 90-110 ton per hari, untuk cabai besar antara 80-90 ton per hari, dan untuk bawang merah butuh 90-112 ton per hari. Barometernya bisa dilihat dari tiga pasar induk yaitu Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Induk Cibitung dan Pasar Induk Tanah Tinggi," terang Ismail, Senin (3/6).  

"Kalau pada saat hari-H pasokan tidak banyak, paling banyak separuhnya dari hari-hari biasa. (Hal itu) wajar, karena permintaan pasar berkurang drastis. Pedagang maupun konsumen fokus merayakan lebaran di lingkungannya masing-masing. Sedikit sekali yang ke pasar. Pasokan dari sentra tentunya menyesuaikan," sambungnya.

Menurut Ismail, kebutuhan cabai rawit pasar DKI Jakarta dan sekitarnya dipasok dari sentra Kediri, Blitar, Cianjur, Garut, Tuban, Bandung dan Sumedang. Tiap hari rata-rata masuk 120 ton cabai rawit ke pasar DKI Jakarta dan sekitarnya sehingga secara umum harga aman terkendali. Untuk cabai besar dipasok dari Cianjur, Sumedang, Majalengka, Kulonprogo, Tasikmalaya dan Bandung dengan pasokan rata-rata 85-93 ton/hari.

Sementara untuk kebutuhan bawang merah se-Jabodetabek dipasok dari sentra besar Brebes, Cirebon, Majalengka, Pati, Demak, Kendal, Pemalang, Tegal hingga Nganjuk, dengan rata-rata pasokan mencapai 220–240 ton per hari.

"Kami perkirakan untuk cabai dan bawang merah aman stabil. Kami mengawal ketat pasokannya. Tentu kami melibatkan berbagai pihak untuk pengamanan pasokan dan harga cabai dan bawang merah ini," kata Ismail.

Melalui Posko Cabai dan Bawang Merah Ditjen Hortikultura, Kementan   terus mencatat harga harian komoditas ini di tingkat petani dan pasar lokal di seluruh Indonesia, serta harga di pasar induk dan retail DKI Jakarta.

"Pemantauan tetap dilakukan saat hari raya Idul Fitri untuk berjaga-jaga sekaligus sebagai sistem peringatan dini ( early warning system)", pungkas Ismail.

Dikonfirmasi melalui telepon, Kasubdit Cabai dan Sayuran Buah Ditjen Hortikultura, Mardhiyah Hayati mengatakan bahwa pasokan cabai besar didominasi jenis cabai merah keriting dan jenis cabai besar TW. Jenis ini diserap untuk kebutuhan industri. Harga cabai besar TW yang sempat anjlok beberapa bulan lalu karena waktu itu banyak pertanaman.

"Kami bersama dengan dinas pertanian daerah dan para petani champion terus berupaya memenuhi kebutuhan industri maupun konsumsi langsung masyarakat," jelas Mardhiyah.

Aseng, petani cabai besar asal Sumedang menyebut harga cabai besar TW di Jakarta cukup kompetitif karena permintaan pasar Bandung meningkat dari biasanya. Selain itu, kini pedagang dan konsumen fokus persiapan lebaran bersama keluarga.

"Jalur transportasi menuju Jakarta dalam beberapa hari ini juga sedang digunakan untuk fokus arus mudik. Jalanan banyak yang macet dan tersendat. Sedikit banyak mempengaruhi ongkos transportasi. Jadi wajar ada dinamika harga," ucap Aseng.

baca juga: Harga dan Stok Pangan di Pekanbaru Normal

Senada, petani cabai andalan dari Kulonprogo DIY, Sukarman mengaku tetap semangat menjalankan proses lelang cabe merah keriting. Tiap malam tidak kurang dari 5 ton dikirim ke pasar Jakarta untuk menambah pasokan.

"Saat ini petani di Kulonprogo khususnya Desa Bugel, sedang memasuki masa panen cabe merah keriting. Selama Ramadan kami rutin menyelenggarakan lelang cabai setelah taraweh, supaya pasokan ke kota-kita besar termasuk Jakarta terjaga dan harga stabil," ungkap Sukarman.

Sementara itu, tokoh petani bawang merah Nganjuk, Akad, memastikan pasokan bawang merah pada Ramadan dan Idul Fitri 1440 H tahun ini stabil dan terkendali. Hal ini disebabkan sentra di Jawa Timur khususnya Nganjuk memasuki panen raya hingga mencapai 1.000 hektar. Harga di tingkat petani saat ini rata-rata 16 ribu hingga 18 ribu per kg.

"Pasokan dari Nganjuk ke wilayah Jabodetabek rata-rata 35-40 ton per hari. Sebagian petani sekarang sudah mempersiapkan tanam untuk persiapan Idul Adha 1440 H. Harga bawang merah lebaran ini di konsumen stabil dan cukup bagus buat petani. Jadinya mereka semangat tanam lagi", kata Akad senang. (RO/OL-3)

 

Baca Juga

Antara

Ekonomi Global Melambat, Sektor Industri Tetap Ekspansif

👤Ficky Ramadhan 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:50 WIB
Menurut S&P Global, sektor manufaktur Indonesia tercatat selalu konsisten di atas tanda dan tidak ada perubahan, yakni...
MI/Seno

Airlangga Beberkan Alasan Serapan Daerah Rendah Tahun Ini

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:39 WIB
Sedianya, pada tahun ini, ada banyak pengeluaran yang ditujukan untuk penanganan covid-19. Namun pada kenyataannya, pandemi...
Dok. Itama Ranoraya

Ganti Logo, Itama Ranoraya Bertekad Terus Tingkatkan Kinerja

👤Mediandonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:36 WIB
“Pergantian logo dilakukan dengan tujuan memacu semangat dan gairah baru seluruh insan perusahaan berlari bersama-sama untuk mencapai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya