Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PT INDOFOOD Sukses Makmur Tbk (INDF) menyepakati pembagian dividen sebesar Rp2,08 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Jumlah itu setara 50 persen dari laba bersih tahun buku 2018 sebesar Rp4,16 triliun.
Direktur Indofood Sukses Makmur Thomas Tjhie mengatakan pembagian dividen ini setara dengan Rp236 per lembar saham, termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp65 per lembar saham yang telah dibayarkan pada 29 November 2018, sehingga sisanya sebesar Rp171 per lembar saham yang akan dibayarkan pada 8 Juli 2019.
"Sisanya sebesar Rp171 per Iembar saham akan dibayarkan pada 8 Juli 2019," katanya dalam jumpa pers di Indofood Tower, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019.
Seiring peningkatan penjualan bersih konsolidasi INDF dari sebesar Rp70,18 triliun pada 2017 menjadi Rp73,39 triliun pada 2018, maka perseroan meargetkan laba 2019 sebesar sembilan persen.
Laba INDF pada 2018 naik 0,21 persen dibandingkan Rp4,15 triliun pada 2017. "Untuk tahun ini kami menargetkan pertumbuhan kinerja single high digit," tuturnya.
Adapun dalam RUPST tersebut juga disepakati pemberhentian Robert Charles Nicholson selaku komisaris dan Sulianto Pratama sebagai direktur perseroan. Sebagai gantinya, pemegang saham mengangkat John William Ryan sebagai komisaris Perseroan.
Dengan begitu, susunan komisaris dan direksi INDF pasca RUPST 2019 ialah Direktur Utama Anthoni Salim, dan sembilan direktur lainnya Thomas Tjhie, Taufik Wiraatmadja, Axton Salim, Joedianto Soejonopoetro, Hendra Widjaja, Suaimi Suriady, Sulianto Pratama, Tio Eddy Hariyanto, dan Mark Julian Wakeford.
Sementara Dewan Komisaris, terdiri dari Komisaris Utama Manuel Velez Pangilinan, dan jajaran komisaris lainnya, Benny Setiawan Santoso, Joseph Hon Pong Ng, Christopher H Young, John William Ryan, Utomo Josodirdjo, Bambang Subianto, dan Adi Pranoto Leman.(medcom/OL-09)
Bursa kembali memperketat pengawasan pasar. Pada perdagangan Rabu (21/1), sebanyak enam saham emiten resmi masuk daftar papan pemantauan khusus
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
IHSG hari ini 20 Januari 2026 cetak rekor baru di 9.169 sebelum berfluktuasi. Cek saham top gainers ZATA, ELIT & analisis dampak Rupiah Rp17.000.
PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.
IHSG kembali mencetak rekor All Time High di level 9.072 pada Kamis (15/1/2026). Simak data perdagangan, saham top gainers, dan sentimen pasar global.
VICE President Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi, memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang menguat hingga akhir Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved