Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Jelang Lebaran, Warga Sudah Tukar Uang Rp172,8 Triliun

Antara
29/5/2019 17:30
Jelang Lebaran, Warga Sudah Tukar Uang Rp172,8 Triliun
Seorang warga dan petugas bank memperlihatkan uang kertas baru saat penukaran uang di mobil layanan penukaran uang milik BJB di Sukabumi.(ANTARA/Budiyanto)

BANK Indonesia mencatat penukaran uang yang sudah dilakukan masyarakat hingga hari ke-24 Ramadan, Rabu, (29/5), sebesar Rp172,8 triliun atau 79,6% dari total uang yang disediakan untuk Ramadan dan Lebaran 2019 yang sebesar Rp217,1 triliun.    

Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi di area peristirahatan (rest area) KM. 57, Karawang, Jawa Barat, Rabu (29/5), mengatakan puncak penukaran uang oleh masyarakat akan terjadi pada pekan keempat Ramadan ini.

Bank Sentral menyiapkan antisipasi jika kebutuhan uang tunai untuk penukaran tidak mencukupi.    

"Namun, biasanya, realisasi penukaran tidak sampai 100% dari total uang yang disediakan di Ramadan dan Lebaran. Biasanya hanya sekitar 92%," ujar Rosmaya.    

Dia merinci realisasi penukaran uang terbesar terjadi di Pulau Jawa di luar kantor pusat (KP) BI yang sebesar Rp49,3 triliun.

Sedangkan untuk penukaran uang di wilayah kantor pusat terjadi penukaran sebesar Rp34,8 triliun.    

Baca juga: BI Salurkan Rp217,1 Triliun untuk Ditukarkan Jelang Lebaran 2019

Sebagian masyarakat juga lebih banyak tertarik menukarkan uang melalui layanan perbankan dengan total Rp131 triliun. Sedangkan, penukaran melalui kas titipan sebesar Rp17,5 triliun.    

Uang pecahan kecil atau uang pecahan bernominal mulai dari Rp20 ribu ke nominal yang lebih rendah menjadi primadona masyarakat.

BI mencatat penukaran uang pecahan kecil (UPK) sudah 99,6% atau sebesar Rp19,8 triliun dari proyeksi kebutuhan uang tunai. Sedangkan uang pecahan besar (UPB) atau yang pecahan bernominal Rp20 ribu hingga nominal yang lebih tinggi sebesar 70% atau sebesar Rp138 triliun dari proyeksi.    

Adapun total ketersediaan uang tunai dari BI sebesar Rp217,1 triliun merupakan proyeksi dari kenaikan 13,5% dibanding ketersediaan uang tunai Ramadan-Lebaran pada 2018.    

Bank Sentral juga mengimbau masyarakat untuk menukar uang di tempat-tempat penukaran resmi, baik yang diselenggarakan oleh BI, perbankan, maupun pihak lain yang ditunjuk oleh BI.    

"Hal ini dimaksudkan agar kenyamanan dan keamanan penukaran uang dapat terjaga," kata Rosmaya.    

Di seluruh Indonesia, BI bekerja sama dengan perbankan menyiapkan 2.941 titik penukaran uang pecahan kecil, termasuk di wilayah 3T yakni wilayah terdepan, terluar, dan terpencil. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya