Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PERANG dagang yang kini tengah terjadi antara Amerika Serikat dan Tiongkok akan memberi dampak negatif langsung terhadap industri kelapa sawit.
Dampak itu akan menyerang harga sehingga diyakini akan semakin melemah dalam beberapa periode ke depan.
"Bagaimana bisa menyerang harga? Karena sekarang minyak nabati asal AS, minyak kedelai, harganya sudah turun sampai 50%. Kalau harga minyak kedelai jatuh, harga minyak sawit juga akan terus tertekan," ujar Dewan Pembina Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bayu Krisnamurthi di Jakarta, Rabu (15/5).
Maka dari itu, ia mengimbau pemerintah untuk merumuskan strategi yang lebih baik lagi dalam jangka menengah dan panjang. Pemerintah, lanjutnya, tidak bisa terus mengandalkan biodiesel sebagai senjata utama penjualan sawit.
"Biodiesel berbahan baku sawit itu sudah digagas sejak 2007. Itu visi 2020 tapi 2018 sudah terealisasi. Maka itu sekarang harus ada road map baru untuk sawit, tidak melulu biodiesel," jelas Bayu.
Ia juga mengungkap alasan lain mengapa Indonesia harus segera beranjak dari zona nyaman biodiesel. Dalam tiga puluh tahun ke depan, industri-industri otomotif diyakini sudah sangat maju dengan pengembangan mobil tanpa mesin bakar atau zero emision.
"Kalau sudah tanpa mesin bakar, ya mereka tidak akan pakai BBM. B100 tidak akan lagi digunakan. Toyota pun sudah mencanangkan target itu dan progresnya berjalan," tuturnya.
Baca juga: Indonesia Bidik Pasar Sawit selain Uni Eropa
Ia juga menyebutkan beberapa kota-kota besar di Eropa kini sudah akan mulai melarang penggunaan kendaraan bermesin diesel. Bahkan, di Coppenhagen, Denmark dan London, Inggris, sudah keluar wacana tentang pelarangan penggunaan penggunaan mobil.
"Jadi kalau jumlah kendaraan semakin menyusut, konsumsi BBM pasti akan berkurang."
Sebagai solusi, pemerintah bisa memanfaatkan minyak sawit mentah sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Tetapi, itu tentu membutuhkan sistem logistik yang sangat terintegrasi.
"Selain itu, minyak sawit juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi plastik. Plastik kan itu asalnya dari minyak, minyak sawit ya minyak, bahkan bisa buat bahan bakar, jadi secara teori itu sangat bisa. Jika itu terealisasi, permintaan pasti akan sangat membludak dan harga bisa kembali terangkat," tandasnya. (OL-7)
Normansyah menegaskan BPDP berkomitmen berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kementerian terkait dalam mempercepat program-program perkebunan tersebut.
Di tengah harga energi global yang masih bergejolak dan tekanan impor bahan bakar minyak yang terus membayangi anggaran negara, kebijakan energi kini tak lagi sekadar urusan teknis.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
BERBAGAI komentar negatif terus dinarasikan dalam beberapa bulan terakhir ini terkait dengan komoditas nonmigas andalan utama ekonomi nasional, yakni kelapa sawit.
Industri kelapa sawit terus dipandang sebagai salah satu sektor strategis perekonomian nasional,
Dengan mengurangi harga barang yang dilaporkan, maka bea masuk yang dibayarkan juga akan berkurang dan hal tersebut sangat merugikan ekonomi dari sisi pendapatan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved