Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menyusun sebuah platform pembayaran bernama LinkAja.
Platform tersebut menghimpun seluruh BUMN seperti Telkomsel, Pertamina, PT KAI, hingga Kimia Farma agar memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran.
Di tengah persaingan financial technology yang kini didominasi oleh Gopay dan Ovo, pihak Bank Mandiri sebagai salah satu bagian dari LinkAja optimistis pihaknya dapat bersaing dengan berbagai fintech yang ada saat ini.
"Link Aja sekarang punya pemegang saham yang punya use case yang kuat. Seprti telkomsel, jasamarga, PT KAI, itu kekuatannya yang kita miliki sekarang. Nah, sekarang bagaimana kita harus mendominasi payment dari sisi transportasi," tutur Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi di Plaza Mandiri, Jakarta Selatan, Kamis (9/4).
Hery meyakini, dengan spesialisasi yang dimiliki oleh setiap BUMN yang tergabung, LinkAja dapat mendominasi pasar Indonesia.
Baca juga: TunaiKita Hadir di Seminar Fintech Days Palembang 2019
Dirinya mengungkapkan, kini Link Aja masih dalam tahap pengembangan. Ke depannya, jika LinkAja mendapatkan respon positif dari masyarakat luas, maka pihaknya juga telah memiliki perencanaan pengembangan bisnis.
"Kalau payment dalam waktu satu atau dua tahun ke depan makin solid, nanti akan masuk ke peer to peer (p2p) landing, atau mungkin insurance," tambah Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Royke Tumilaar.
Untuk diketahui, selama kurang lebih 2 bulan LinkAja berjalan, total register user LinkAja telah mencapai kurang lebih 25 juta. LinkAja merupakan transformasi dari seluruh dompet elektronik milik BUMN. Mulai dari T-Cash milik Telkomsel, E-Cash milik Bank Mandiri, T-Bank milik BRI, dan Yap milik BNI. (A-5)
Kerja sama ini diwujudkan melalui kunjungan program Social Innovation Mission di Indonesia.
KPPU memutuskan 97 pelaku usaha layanan pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi ata fintech P2P lending atau biasa dikenal dengan pinjaman online atau pinjol.
INDUSTRI fintech lending atau pinjaman daring (pindar) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun
Tim di balik Elev8 menjelaskan bahwa peluncuran brand baru bukan sekadar perubahan nama, melainkan reposisi strategis yang telah diperhitungkan secara matang.
Di tengah ekspansi ekonomi digital yang kian cepat, industri financial technology (fintech) Indonesia memasuki fase baru: dari mengejar pertumbuhan.
Dukungan serta layanan Amartha juga telah menciptakan lebih dari 110.000 lapangan kerja sepanjang 2024 oleh mitra UMKM Amartha.
OJK mencatat ketahanan permodalan berada pada level yang sangat kuat, memberikan ruang ekspansi sekaligus bantalan risiko yang memadai
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved