Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menyusun sebuah platform pembayaran bernama LinkAja.
Platform tersebut menghimpun seluruh BUMN seperti Telkomsel, Pertamina, PT KAI, hingga Kimia Farma agar memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran.
Di tengah persaingan financial technology yang kini didominasi oleh Gopay dan Ovo, pihak Bank Mandiri sebagai salah satu bagian dari LinkAja optimistis pihaknya dapat bersaing dengan berbagai fintech yang ada saat ini.
"Link Aja sekarang punya pemegang saham yang punya use case yang kuat. Seprti telkomsel, jasamarga, PT KAI, itu kekuatannya yang kita miliki sekarang. Nah, sekarang bagaimana kita harus mendominasi payment dari sisi transportasi," tutur Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi di Plaza Mandiri, Jakarta Selatan, Kamis (9/4).
Hery meyakini, dengan spesialisasi yang dimiliki oleh setiap BUMN yang tergabung, LinkAja dapat mendominasi pasar Indonesia.
Baca juga: TunaiKita Hadir di Seminar Fintech Days Palembang 2019
Dirinya mengungkapkan, kini Link Aja masih dalam tahap pengembangan. Ke depannya, jika LinkAja mendapatkan respon positif dari masyarakat luas, maka pihaknya juga telah memiliki perencanaan pengembangan bisnis.
"Kalau payment dalam waktu satu atau dua tahun ke depan makin solid, nanti akan masuk ke peer to peer (p2p) landing, atau mungkin insurance," tambah Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Royke Tumilaar.
Untuk diketahui, selama kurang lebih 2 bulan LinkAja berjalan, total register user LinkAja telah mencapai kurang lebih 25 juta. LinkAja merupakan transformasi dari seluruh dompet elektronik milik BUMN. Mulai dari T-Cash milik Telkomsel, E-Cash milik Bank Mandiri, T-Bank milik BRI, dan Yap milik BNI. (A-5)
Dengan limit hingga Rp50.000.000 yang dapat digunakan berulang kali, Julo memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk mengelola berbagai kebutuhan keuangan secara bersamaan.
OJK mencatat lebih dari 370 ribu laporan penipuan transaksi keuangan sepanjang Januari–November 2025, dengan potensi kerugian mencapai Rp8,2 triliun.
Program pembelajaran ini melibatkan puluhan pembicara profesional yang membagikan pengalaman mereka dalam berkontribusi di bidang teknologi.
Empat pilar utama, yaitu kolaborasi data, standardisasi penilaian risiko, skema berbagi risiko, serta platform kolaborasi terintegrasi, menjadi fondasi penting yang perlu diperkuat.
Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 resmi berakhir dengan catatan penting berupa menguatnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif.
Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) secara resmi membuka Mandiri BFN Fest 2025, puncak dari rangkaian Bulan Fintech Nasional (BFN).
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved