Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BONUS demografi yang sangat besar digadang-gadang akan membawa Indonesia menjadi negara dengan perekonomian terbesar keempat dunia pada 2045.
Ramalan tersebut bukan hal mustahil namun butuh usaha super ekstra untuk mewujudkannya.
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengungkapkan tiga tantangan utama yang harus segera diselesaikan sebelum Indonesia memasuki usia satu abad.
Pertama adalah pembangunan infrastruktur yang merata. Pembangunan, ucap Jokowi, harus dilaksanakan di semua daerah tidak hanya terpusat di kota-kota besar.
Ia pun meminta kepada seluruh gubernur, bupati dan wali kota untuk bisa menyinergikan berbagai pembangunan antara pusat dan daerah sehingga dapat memberi manfaaat besar kepada masyarakat.
"Kepada gubernur, wali kota, saya minta setelah pemerintah pusat membangun jalan tol, pelabuhan, airport, itu segera dikoneksikan, disambungkan dengan titik-titik produksi di daerah masing masing. Jalan besar sudah ada, bangun jalan kecilnya. Sambungkan dengan kawasan industri, wisata, pertanian. Itu tugas daerah," ujar Jokowi di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis (9/5).
Baca juga: Penyelenggara Pemerintah Harus Cari Terobosan
Tantangan kedua yang harus diselesaikan adalah persoalan birokrasi, pemangkasan perizinan terutama untuk keperluan bisnis, serta penyederhaan institusi serta kelembagaan apabila bisa dilakukian.
"Lembaga yang tidak kita perlukan, yang tidak efisien, tidak berkontribusi nyata kepada negara, saya akan tutup, hapus. Banyak-banyakin biaya, anggaran saja. Semakin simpel, semakin kita cepat lari. Semakin fleksibel kita putuskan kebijakan," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Adapun, persoalan terakhir yang harus ditangani ialah terkait sumber daya manusia (SDM). Sebagaimana diungkap Badan Pusat Statistik (BPS), beberapa hari lalu, sebanyak 51% tenaga kerja di Indonesia adalah lulusan sekolah dasar.
Maka dari itu, harus ada upaya intens untuk memberikan pelatihan guna menambah keahlian para tenaga kerja. Dengan demikian, mereka tidak hanya bergantung pada satu kemampuan saja sepanjang hidup.(OL-5)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved