Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVITAS sektor manufaktur nasional dinilai menunjukkan perkembangan positif di kuartal pertama 2019. Hal ini ditunjukkan dengan semakin meningkatnya indeks manajer pembelian (PMI) yang berada di angka 51,2 pada Maret. Angka tersebut melonjak dari bulan sebelumnya yang berada di kisaran 50,1.
Pencapaian tersebut merupakan bentuk kestabilan iklim usaha di Indonesia. Indeks yang dirilis Nikkei ini juga menunjukkan peningkatan di seluruh variabel survei seperti produksi yang lebih cepat hingga ketenagakerjaan yang terus meluas.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi Lukman melihat industri manufaktur akan terus berkembang. Namun, PMI tidak akan melulu mengalami peningkatan karena bergantung juga dengan permintaan pasar.
"Industri akan tumbuh. Tapi PMI selalu fluktuasi. Saat ini menjelang Hari Raya Idul Fitri dan puasa sehingga PMI Naik. Nanti setelah lebaran akan turun sedikit dan naik lagi jelang akhir tahun," kata Adhi ketika dihubungi, Selasa (2/4).
Baca juga: Genjot Manufaktur dan Jasa agar Neraca Tetap Surplus
Sementara itu, ekonom Indef Bhima Yudhistira Adhinegara menilai industri manufaktur harus menjaga kestabilan angka PMI. Caranya ialah melakukan efisiensi dan terus mengeksplorasi pasar baru.
"Ke depan yang perlu dijaga adalah kepercayaan konsumen khususnya kelas menengah atas shingga permintaan domestik tetap bagus. Ditengah naiknya bahan baku produksi disarankan perusahaan manufaktur melakukan efisiensi. Terakhir, mencari pasar-pasar baru untuk produk industri ditengah perang dagang," jelasnya.
Bhima menambahkan pasar yang saat ini dirasa potensial ialah Eropa timur, Afrika Utara dan Afrika Tengah, serta Asia Tengah.
Melihat kondisi industri manufaktur nasional membuat Kemeterian Perindustrian menargetkan pertumbuhan positif. Kementerian yang dipimpin Airlangga Hartanto ini menargetkan angka pertumbuhan mencapai 5,4% tahun ini.
Subsektor yang diperkirakan tumbuh seperti industri makanan dan minuman, industri permesinan, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, serta industri barang logam, komputer dan barang elektronika.
Adhi sendiri mengklaim Industri makanan dan minuman dapat tumbuh diatas target nasional tahun ini, yakni bekisar 8-9%. Jika tercapai, persetase tersebut akan meningkat dibandingkan tahun lalu yang berkisar 7,91% selama 2018.
"Kita akan bertumbuh 8-9%," jelasnya. (OL-7)
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
DI sektor petrokimia, pengelolaan air tidak hanya berfokus pada pemenuhan baku mutu lingkungan, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam menjaga kontinuitas operasi industri.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Hal itu disampaikan Indra dalam Talkshow Perburuhan Nasional bertema 'Babak Baru Ketenagakerjaan Indonesia' yang digelar di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Jumat (30/1).
Yulina memimpin bisnis yang memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Nusantara.
Kemenperin kini dicopot setelah ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus dugaan penyimpangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Oil Mill Effluent atau POME
Melalui PractiWork, mahasiswa tidak hanya dinilai dari sisi akademik, tetapi juga mencakup kemampuan kognitif, psikomotorik, karakteristik kepribadian, hingga minat dan preferensi kerja.
Industri makanan dan minuman Indonesia tumbuh 6,4% pada Triwulan III 2025. Namun, konsumsi susu nasional masih rendah dan ketergantungan impor bahan baku jadi tantangan utama.
PENGUATAN pendidikan vokasi merupakan strategi utama dalam membangun industri nasional yang bernilai tambah tinggi, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Doddy Rahadi menyebutkan bahwa pendidikan vokasi menjadi tulang punggung industri.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi industri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved