Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) berencana untuk menunda daftar tarif tambahan Tiongkok yang dijadwalkan akan dimulai pada 1 Maret. Presiden AS Donald Trump dalam cuitan Twitternya mengumumkan pada hari Minggu (24/2) waktu setempat.
Dia akan menangguhkan pungutan baru yang akan terjadi pada hari Jumat, tetapi tidak menyebut tenggat waktu barunya.
Pengamat pasar modal, Aria Santoso, mengatakan dengan kabar ini pasar bisa merasakan bahwa perang dagang yang didengungkan sebelumnya sudah mulai mereda.
"AS akan melakukan beberapa kesepakatan baru dengan Tiongkok. Ketegangan berkurang dan suasana perdagangan dunia tetap terukur," ujar Aria Santoso saat dihubungi, Senin (25/2).
Baca juga: Imbas FOMC, Sikap Dovish BI Dikhawatirkan Tekan Rupiah
Emerging market tentu juga mendapatakan keuntungan dari kepastian perdagangan setidaknya sampai keputusan baru dari AS.
"Indeks sementara bullish untuk jangka waktu pendek. Saya perkirakan indeks bisa kembali ke kisaran 6.550. Setidaknya dalam waktu sepekan ini," tukas Aria. (OL-3)
NORAD kerahkan jet tempur F-35 untuk membayangi armada militer Rusia di zona ADIZ Alaska. AS tegaskan aktivitas ini rutin terjadi dan bukan merupakan ancaman.
Ketegangan AS-Iran memuncak. Presiden Donald Trump siapkan pangkalan militer di Timur Tengah dan pertimbangkan serangan terbatas demi kesepakatan nuklir.
Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat 15 hari bagi Iran untuk kesepakatan nuklir. Ancaman langkah militer membayangi jika diplomasi di Jenewa gagal.
Perwakilan Iran di PBB tegaskan AS pikat tanggung jawab penuh atas agresi militer. Semua pangkalan musuh di kawasan jadi target sah respons defensif.
Inggris Raya tolak permintaan AS gunakan pangkalan Diego Garcia untuk serang Iran. Donald Trump kritik keras PM Keir Starmer soal Kepulauan Chagos.
Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menekankan pentingnya pelaku usaha mencermati skema tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).
BEI kebut proposal ke MSCI & FTSE. Aturan free float 15% masuk tahap final OJK, sementara daftar konsentrasi pemegang saham segera dirilis.
Langkah ini merupakan bagian dari agenda reformasi luas guna memastikan ekosistem pasar yang lebih kredibel, adaptif, serta kompetitif di tingkat internasional.
SOROTAN lembaga pemeringkat dan indeks global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Moody’s Ratings terhadap Indonesia dinilai memiliki dampak yang cukup serius.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan investor.
PEJABAT Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan transparansi pasar modal.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan BEI dijadwalkan kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan MSCI pada 11 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved