Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia Rhenald Kasali menilai Indonesia butuh sosok pemimpin yang memiliki visioner dan paham dengan dunia digital. Kedua kriteria tersebut diperlukan untuk menghadapi revolusi industri 4.0.
"(Indonesia butuh pemimpin) Yang visioner dan mengenal dunia digital, mengapresiasi dunia digital dan tidak memusuhi (dunia digital)," kata Rhenald saat dihubungi Media Indonesia, Senin (18/2).
Menurutnya, lapangan pekerjaan yang harus dibuat oleh pemerintah adalah yang berkaitan dengan revolusi industri 4.0. Pasalnya, kata dia, saat ini platform digital tengah menjadi penggerak ekonomi. Dan dalam 10 hingga 20 tahun ke depan, platform digital masih akan menjadi penggerak ekonomi.
Baca juga: Sri Mulyani Siapkan Strategi Dukung Unicorn
Sebelumnya diberitakan, dalam debat kedua calon presidan pada Minggu (17/2) malam, calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku khawatir mengenai perkembangan unicorn di Indonesia. Pasalnya, perkembangan unicorn akan mendorong semakin besarnya aliran dana ke luar dari Indonesia.
Menanggapi itu, Rhenald tidak sependapat. Pasalnya, mayoritas perdagangan yang ada di unicorn bersifat lokal.
"Kalau dibilang bawa uang Indonesia ke luar, saya ragu itu di mana. Yang besar adalah produk domestik. Justru asing bakar uang di Indonesia," katanya.
Saat ditanyakan apakah perlu ada pembatasan investasi asing dalam unicorn Indonesia, Rhenald mengaku hal itu akan sulit diimplementasikan. Saat ini, kata dia, ekosistem di dunia teknologi tengah dibangun. Dan Indonesia termasuk negara yang membutuhkan investasi dari luar negeri.
"Kalau investasi di dunia (unicorn) ini agak sulit, karena kita termasuk negara yang butuh investasi untuk menjaga kestabilan mata uang," tandasnya. (OL-1)
Shopee 10 tahun dorong UMKM, brand lokal, dan kreator tumbuh digital
Menko Airlangga menegaskan bahwa sektor digital kini berkedudukan sebagai mesin ketiga (third engine) pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Meski pembayaran nontunai kian dominan, pelaku industri menilai ketersediaan uang tunai tetap menjadi elemen penting.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Pemerintah tengah bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), gelombang pendataan nasional yang menjadi fondasi penting dalam membaca denyut ekonomi Indonesia
Kebutuhan masyarakat terhadap akses internet kini setara dengan kebutuhan pokok, namun kenyataannya layanan tersebut masih belum dapat dinikmati secara merata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved