Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia Rhenald Kasali menilai Indonesia butuh sosok pemimpin yang memiliki visioner dan paham dengan dunia digital. Kedua kriteria tersebut diperlukan untuk menghadapi revolusi industri 4.0.
"(Indonesia butuh pemimpin) Yang visioner dan mengenal dunia digital, mengapresiasi dunia digital dan tidak memusuhi (dunia digital)," kata Rhenald saat dihubungi Media Indonesia, Senin (18/2).
Menurutnya, lapangan pekerjaan yang harus dibuat oleh pemerintah adalah yang berkaitan dengan revolusi industri 4.0. Pasalnya, kata dia, saat ini platform digital tengah menjadi penggerak ekonomi. Dan dalam 10 hingga 20 tahun ke depan, platform digital masih akan menjadi penggerak ekonomi.
Baca juga: Sri Mulyani Siapkan Strategi Dukung Unicorn
Sebelumnya diberitakan, dalam debat kedua calon presidan pada Minggu (17/2) malam, calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku khawatir mengenai perkembangan unicorn di Indonesia. Pasalnya, perkembangan unicorn akan mendorong semakin besarnya aliran dana ke luar dari Indonesia.
Menanggapi itu, Rhenald tidak sependapat. Pasalnya, mayoritas perdagangan yang ada di unicorn bersifat lokal.
"Kalau dibilang bawa uang Indonesia ke luar, saya ragu itu di mana. Yang besar adalah produk domestik. Justru asing bakar uang di Indonesia," katanya.
Saat ditanyakan apakah perlu ada pembatasan investasi asing dalam unicorn Indonesia, Rhenald mengaku hal itu akan sulit diimplementasikan. Saat ini, kata dia, ekosistem di dunia teknologi tengah dibangun. Dan Indonesia termasuk negara yang membutuhkan investasi dari luar negeri.
"Kalau investasi di dunia (unicorn) ini agak sulit, karena kita termasuk negara yang butuh investasi untuk menjaga kestabilan mata uang," tandasnya. (OL-1)
Pelaku usaha kini bisa daftar QRIS, terima pembayaran semua bank dan e-wallet, serta pencairan dana tiap jam.
Di tengah ekspansi ekonomi digital yang kian cepat, industri financial technology (fintech) Indonesia memasuki fase baru: dari mengejar pertumbuhan.
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Peran AI sebagai intelligent trust, bukan pengganti tanggung jawab manusia, melainkan alat untuk memperkuat transparansi, keadilan distribusi, dan pengambilan keputusan beretika.
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
Shopee 10 tahun dorong UMKM, brand lokal, dan kreator tumbuh digital
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved