Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Universitas Indonesia, Sunaryo, meminta pemerintah mulai memperhatikan infrastruktur laut.
Ia mengatakan infrastruktur tersebut tidak hanya seputar sarana prasarana seperti pelabuhan, tetapi pemerintah juga harus memperhatikan industri kapal.
Sunaryo menegaskan pentingnya peningkatan industri perkapalan, lantaran bisa memberi efek domino bagi industri lainnya. Ia mencontohkan perkembangan ekonomi Korea Selatan diawali dengan fokus pada peningkatan industri perkapalan.
"Biasanya kalau industri perkapalan maju, industri yg lainnya akan maju, karena induknya industri itu adalah perkapalan, contohnya di Korsel," kata Sunaryo ketika diskusi Ekonomi Maritim di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Jumat (15/2).
Pengajar program studi Teknik Perkapalan tersebut mengatakan memang pemerintah saat ini tengah berada di jalur yang tepat. Hal itu seiring dengan dicanangkannya ide tol laut oleh Presiden Jokowi pada masa kampanye Pilpres 2014.
Baca juga: Kombinasi Infrastruktur Darat-Laut Pangkas Distribusi Logistik
Meski, ia sendiri tak memungkiri dalam perjalanannya menemui rintangan, sehingga belum tercapai maksimal. Akan tetapi, ia menilai perlu perhatian lebih agar tujuan menjadi poros maritim dunia dapat tercapai.
"Memang masih banyak ketidaksempurnaan, tapi track ke sana sudah bagus sekali. Dengan memajukan Indonesia bagian timur sehingga terjadinya pembangunan merata di Indonesia," kata Sunaryo.
Sunaryo menjelaskan nantinya akan terjadi perdagangan antara wilayah barat dan timur, sehingga membuat biaya logistik bisa ditekan turun.
"Upaya itu bisa terwujud salah satunya melalui ide tol laut itu," kata Sunaryo.
Maka dari, ia menilai pemerintah harusnya saling menopang antara industri perkapalan dan infrastruktur sebagai penunjang tol laut tersebut. (OL-3)
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
DI sektor petrokimia, pengelolaan air tidak hanya berfokus pada pemenuhan baku mutu lingkungan, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam menjaga kontinuitas operasi industri.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Hal itu disampaikan Indra dalam Talkshow Perburuhan Nasional bertema 'Babak Baru Ketenagakerjaan Indonesia' yang digelar di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Jumat (30/1).
Yulina memimpin bisnis yang memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Nusantara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved