Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Indef Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan bahwa isu yang menjadi perdebatan jelang Pemilu 2019 bukan lagi isu SARA, melainkan lebih menyasar kepada isu ekonomi. Karena itu, menurutnya, perdebatan data seputar ekonomi akan terus berlanjut hingga April 2019.
"Sampai April 2019 kelihatannya akan terus berlangsung dimana perdebatan soal data siapa yang valid atau data yang bisa digunakan untuk menggiring opini negatif itu akan berlanjut terus," kata Bhima dalam Workshop Peningkatan Wawasan Statistik kepada Media, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/11).
Ketika isu ekonomi yang menjadi perdebatan oleh pasangan calon, kata Bhima, Badan Pusat Statistik (BPS) lah yang kemudian akan menjadi sasaran tembak. "Jadi isu SARA-nya berkurang, masuk ke isu ekonomi. Masyarakat berdialektikanya di grup Whatsapp bicaranya data ekonomi, yang jadi sasaran tembak itu BPS," katanya.
Karena itu, kata Bhima, di tengah perang data jelang Pemilu 2019 ini dibutuhkan kerja sama baik dari BPS, media massa dan masyarakat yang independen untuk melakukan klarifikasi.
BPS, menurut Bhima, tetap konsisten untuk menjaga sumber daya manusia surveyornya yang bebas dari kepentingan politik hingga ke level verifikasi data. Dengan begitu, data yang disajikan BPS kemudian tetap akurat dan kredibel.
Kendati demikian, menurut Bhima, BPS juga perlu melakukan komunikasi dua arah antara BPS dengan masyarakat di berbagai kesempatan yang ada. "BPS perlu menjalin kerja sama yang lebih erat dengan media massa yang terpercaya. Harapannya begitu ada pihak yang memanipulasi data BPS, langsung diklarifikasi," pungkasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved