Senin 09 April 2018, 03:15 WIB

Penguna Bitcoin Terus Turun

(Ant/E-1) | Ekonomi
Penguna Bitcoin Terus Turun

AFP PHOTO / Justin TALLIS
Penguna Bitcoin Terus Turun

 

BANK Indonesia menyebutkan jumlah pengguna bitcoin di Indonesia terus melorot tajam dari sekitar 1 juta pengguna menjadi tinggal 300 ribu orang pengguna virtual currrency itu.

"Sejak dikeluarkannya pelarangan dari BI, jumlahnya (pengguna bitcoin) turun drastis," kata Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran (DKSP) BI Ida Nuryanti di Semarang, pekan lalu.

Hal itu diungkapkannya seusai Round Table Discussion bertema Skimming alat pembayaran dengan menggunakan kartu (APMK) dan virtual currency di Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, Semarang.

Ida menjelaskan sekarang ini jumlah pengguna aktif bitcoin di Indonesia hanya tinggal 300 ribuan orang, atau terus menurun seiring dengan turunnya harga mata uang virtual tersebut.

Baca juga: Harga Bitcoin Terus Meroket Hingga Rp225 Juta

"Harga bitcoin juga turun drastis dari posisi Rp251 juta/satu bitcoin, dalam minggu-minggu ini hanya sekitar Rp120-an juta/satu bitcoin. Kami rasa tidak akan bisa naik lagi," katanya.

Menurut dia, BI tidak melihat sampai terjadinya kasus yang merugikan konsumen untuk melarang bitcoin, tetapi melalui pemantauan transaksi yang dilakukan terkait dengan mata uang virtual itu.

"Kami melihat transaksinya seperti apa. Sebagaimana disampaikan, transaksinya tidak transparan, tidak ada nama penerima sehingga tidak bisa di-tracking dan tidak ada aspek perlindungan konsumen," katanya.

Baca juga: Ratusan Ribu Situs Dibobol untuk Curi Bitcoin

Artinya, kata dia, apabila sampai terjadi transaksi penipuan dalam penggunaan bitcoin, tidak ada kejelasan konsumen harus mengadu kepada siapa meski dalam survei mereka belum menemukan kasus semacam itu.

Kepala Departemen Komunikasi BI Agusman menjelaskan perlunya sosialisasi kepada masyarakat mengenai semakin pentingnya ekonomi digital dalam sistem dan kegiatan perekonomian. "Sebagai bank sentral sesuai kewenangannya di bidang moneter, sistem pembayaran, dan macroprudential, BI ingin ekonomi digital semakin maju terus, termasuk risiko-risikonya," katanya.

Pelarangan terhadap transaksi menggunakan bitcoin, kata dia, tidak hanya dilakukan BI, tetapi banyak pihak. Yang termasuk melarang ialah Facebook karena menyadari bisa membahayakan reputasi mereka.

Baca Juga

Dok. DSC12

Kompetisi Wirausaha DSC12 Lahirkan Ide Bisnis Startup Digital Hingga Bisnis Ramah Lingkungan 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Senin 24 Januari 2022, 23:06 WIB
Seluruh pemenang DSC12 ini juga akan mendapatkan kesempatan pendampingan bisnis dari DSC selama 2 tahun ke...
Antara/Asprilla Dwi Adha

Kementerian PUPR Rampungkan 838 Tender Paket Proyek senilai Rp17,5 Triliun

👤Ini Nantika Jelita 🕔Senin 24 Januari 2022, 22:54 WIB
Total anggaran yang dikelola Kementerian PUPR di 2022 adalah Rp100,6 triliun. Sejak Oktober 2021 lalu telah dilaksanakan tender sejumlah...
Dok. Crown Textile

Dukung Pertumbuhan Industri Tekstil, Crown Textile and Tailor Buka Toko di Jakarta 

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 24 Januari 2022, 22:44 WIB
Crown Textile and Tailor siap menjawab kebutuhan pasar Indonesia bahkan Asia. Toko itu juga menyediakan berbagai jenis kain untuk berbagai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya