Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BAIK itu pengumuman pertunangan, pekerjaan baru, atau bahkan kemenangan lotre, sering kali kita ingin membagikan kabar baik sesegera mungkin. Namun menyimpan rahasia (hal yang menyenangkan) – setidaknya untuk sementara – sebenarnya dapat mencerahkan hari Anda, menurut penelitian baru.
Sebuah tim dari Universitas Columbia merekrut lebih dari 2.500 orang untuk mengambil bagian dalam penelitian mereka, yang melibatkan serangkaian eksperimen.
Dalam satu sesi, peserta diperlihatkan daftar berisi hampir 40 jenis kabar baik yang umum, termasuk hal-hal seperti menabung, membeli hadiah untuk diri sendiri, atau mengurangi utang.
Mereka menunjukkan kabar baik mana yang mereka miliki saat ini dan mana yang mereka rahasiakan
Beberapa orang diminta untuk merenungkan kabar baik yang mereka rahasiakan, sementara yang lain merenungkan kabar baik yang bukan rahasia, dan kemudian menilai seberapa bersemangatnya perasaan mereka terhadap berita tersebut dan apakah mereka bermaksud untuk membagikan berita tersebut kepada orang lain.
Tim peneliti menemukan bahwa orang rata-rata menyimpan 14 hingga 15 kabar baik, namun menyimpan lima atau enam rahasia
Para peserta yang merenungkan rahasia positif mereka melaporkan merasa lebih berenergi dibandingkan peserta yang memikirkan kabar baik mereka yang bukan rahasia.
Mereka yang melaporkan bahwa mereka bermaksud untuk berbagi berita dengan orang lain juga mengatakan bahwa mereka merasa lebih bersemangat.
Dalam eksperimen lain, peserta diminta memilih berita yang paling mungkin terjadi pada mereka dalam waktu dekat.
Satu kelompok diminta untuk membayangkan bahwa mereka merahasiakan kabar baik sampai mereka memberi tahu pasangannya di kemudian hari, sementara kelompok lainnya membayangkan bahwa mereka saat ini tidak dapat menghubungi pasangannya sehingga tidak dapat memberitahukannya hingga kemudian hari.
Orang-orang yang membayangkan 'keinginan' untuk menahan informasi agar wahyu tersebut mengejutkan ternyata lebih bersemangat dibandingkan ketika mereka tidak mampu mengungkapkan informasi tersebut karena faktor lain.
Penulis utama Michael Slepian berkata, "Penelitian selama puluhan tahun tentang kerahasiaan menunjukkan bahwa hal itu berdampak buruk bagi kesejahteraan kita, namun penelitian tersebut hanya meneliti menjaga rahasia yang memiliki implikasi negatif bagi kehidupan kita. Jadi, apakah kerahasiaan pada dasarnya buruk bagi kesejahteraan kita atau apakah dampak negatif dari kerahasiaan cenderung berasal dari menjaga rahasia negatif?"
Ia menambahkan, "Meskipun rahasia negatif jauh lebih umum daripada rahasia positif, beberapa peristiwa paling menyenangkan dalam hidup dimulai dari rahasia, termasuk lamaran pernikahan rahasia, kehamilan, hadiah kejutan, dan berita menarik."
Analisis terhadap eksperimen lain menemukan bahwa orang-orang menyimpan rahasia positif khususnya karena alasan pribadi, bukan karena mereka merasa dipaksa oleh tekanan dari luar untuk menyembunyikan informasi tersebut. Dan, berbeda dengan rahasia negatif atau memalukan, rahasia positif membuat orang merasa lebih 'hidup' ketika mereka memilih untuk menyimpan informasi tersebut untuk diri mereka sendiri.
"Orang sering kali menyimpan rahasia positif untuk kesenangan mereka sendiri, atau untuk membuat kejutan menjadi lebih menarik," kata Slepian.
"Daripada didasarkan pada tekanan eksternal, rahasia positif lebih sering dipilih karena keinginan pribadi dan motif internal.Ketika kita merasa bahwa tindakan kita muncul dari keinginan kita sendiri dan bukan karena tekanan eksternal, kita juga merasa siap untuk menghadapi apa pun yang ada di depan."ni, meskipun hanya dalam pikiran kita sendiri.'
Temuan ini dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology. (Daily Mail/M-2)
Prestasi ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan solusi teknologi.
Penderita Restless Legs Syndrome (RLS) memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut.
Riset ini bertujuan memberikan panduan bagi elit politik sekaligus edukasi bagi masyarakat mengenai kompetensi pemimpin yang benar-benar dibutuhkan di Indonesia.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Upaya peningkatan kualitas nutrisi masyarakat Indonesia terus diperkuat melalui riset dan publikasi ilmiah yang berkelanjutan.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved