Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
Negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa sepakat akan mengupayakan penghapusan bahan bakar fosil secara global dan mencapai puncaknya dalam dekade ini. Demikian pernyataan bersama negara-negara anggota UE yang diadopsi dengan suara bulat pada pertemuan iklim di Luksemburg, Senin (16/10).
“Dewan (Eropa) menekankan bahwa transisi menuju ekonomi netral iklim akan memerlukan penghentian penggunaan bahan bakar fosil secara global dan mencapai puncak konsumsinya dalam dekade ini”, kata sebuah pernyataan yang dirilis setelah pertemuan para menteri lingkungan hidup Uni Eropa.
Belgia, misalnya, berupaya meningkatkan penggunaan energi terbarukan global sebanyak tiga kali lipat pada akhir dekade ini dan menggandakan efisiensi energi sejalan dengan tujuan pertemuan COP28. Ke-27 negara UE telah menargetkan tahun 2050 sebagai titik akhir untuk menghapuskan bahan bakar fosilyang bergantung pada batu bara, minyak, dan gas yang tidak memiliki mekanisme untuk menangkap atau menyimpan karbon.
Mandat perundingan ini harus diadopsi dengan suara bulat dan akan diberikan oleh Uni Eropa ketika para pejabat dan pemimpin dunia berkumpul di Dubai pada pertemuan iklim yang digagas PBB (COP28) pada dari akhir November hingga pertengahan Desember nanti.
“Tidak ada alternatif lain untuk menurunkan emisi secara menyeluruh,” kata Wopke Hoekstra, komisaris UE yang baru ditunjuk untuk urusan iklim. “Namun beberapa sektor sangat sulit untuk dikurangi dan oleh karena itu teknologi penangkapan karbon diperlukan sebagai bagian dari solusi total,” katanya.
Menteri Transisi Energi Prancis Agnes Pannier-Runacher menyebut teknologi tersebut menarik namun ia menambahkan bahwa teknologi tersebut harus disediakan untuk sektor-sektor yang tidak dapat melakukan dekarbonisasi. “Tujuannya adalah untuk mendapatkan mandat yang kuat dimana seseorang memiliki posisi negosiasi terbuka untuk mendapatkan hasil yang konkret guna mengurangi emisi di sektor minyak dan batubara,,” ujarnya. (AFP/M-3)
Penelitian terbaru di jurnal Nature mengungkap fakta mengejutkan. Serangga di wilayah tropis, termasuk Amazon, terancam punah karena tidak mampu beradaptasi dengan kenaikan suhu ekstrem.
Suhu Greenland Maret 2026 menunjukkan tren menghangat yang mengkhawatirkan. Simak update terbaru mengenai "Zona Gelap" dan dampaknya bagi permukaan laut dunia.
Peneliti terkejut menemukan Gletser Hektoria di Antartika kehilangan separuh wilayahnya dalam waktu singkat. Simak penyebab "gempa gletser" dan ancaman kenaikan permukaan laut.
Peneliti Cornell University merilis peta global yang mengungkap 70% emisi lahan pertanian berasal dari sawah padi dan pengeringan lahan gambut.
Peneliti menemukan penurunan kadar garam di Samudra Hindia bagian selatan. Fenomena ini mengancam sistem sirkulasi laut global dan iklim dunia.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
CLIMATE Policy Initiative (CPI) meluncurkan Dasbor Pembiayaan Sektor Ketenagalistrikan Indonesia Periode 2019-2023. CPI menyebut bahan bakar fosil masih mendominasi
MotoGP mengonfirmasi nantinya akan menggunakan bahan bakar terbarukan setelah melakukan serangkaian tes uji coba bahan bakar C14.
Pendidikan kritis soal transisi energi bersih terbarukan pun semakin krusial. Sebab, krisis iklim menjadi tantangan yang akan semakin masif dihadapi generasi muda di masa mendatang.
PalmCo menegaskan komitmen dalam mendukung agenda dekarbonisasi nasional dan mempercepat langkah menuju target Net Zero Emisi melalui implementasi strategi keberlanjutan
Transisi ke kendaraan nol emisi dapat membantu Indonesia bebas impor bahan bakar fosil paling cepat tahun 2048.
Tahukah kamu bagaimana sejarah penemuan bahan bakar dan penggunaan energi di dunia? Menurut sejarah, penggunaan minyak bumi telah ada sejak 5.000 tahun sebelum masehi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved