Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Di Jepang, musim semi ditandai dengan mekarnya bunga sakura. Mekarnya bunga itu dan juga bunga-bunga lainnya memancarkan keceriaan bagi warga, khususnya pecinta tanaman. Namun, bagi banyak orang musim semi identik dengan bersin. Pasalnya, setiap musim semi, hamparan pohon cedar yang luas di negara itu secara khusus melepaskan serbuk sari, yang membut banyak orang bersin-bersin. Tidak sedikit di antara mereka perlu obat atau masker dan bahkan kacamata khusus.
Musim semi tahun ini digambarkan sebagai yang terburuk dalam sekitar satu dekade oleh para ahli maupun para penderita alergi serbuk sari. Hal inilah yang mendorong Perdana Menteri Fumio Kishida untuk mengadakan pertemuan tingkat tinggi pertama di negara itu untuk mengatasi persoalan ini. Ia pun berjanji untuk mengatasi musuh berbahaya yang menyebabkan kerusakan ekonomi yang sangat besar dan kesengsaraan bagi warga negara itu setiap tahun.
"Hayfever (demam yang disebabkan serbuk sari)adalah masalah nasional bagi Jepang yang menyusahkan banyak orang," katanya dalam pertemuan pada Jumat (14/4). Ia mendesak para pejabat mencari solusi untuk mengatasi momok tersebut pada Juni.
Di antara usulan tersebut adalah menebang pohon cedar untuk menggantikannya dengan spesies yang menghasilkan lebih sedikit serbuk sari, dan menggunakan kecerdasan buatan seperti superkomputer untuk "secara mendasar meningkatkan" sistem perkiraan demam di Jepang,” kata menteri pertanahan Tetsuo Saito kepada wartawan.
“Masalahnya begitu mewabah hingga menimpa sekitar 40% populasi Jepang, “ menurut sebuah survei nasional. Dampak ekonominya pun cukup besar karena hilangnya produktivitas dari pekerja yang terkena hayfever.
Jajak pendapat tahun 2020 oleh perusahaan raksasa elektronik Panasonic memperkirakan negara itu mengalami kerugian ekonomi lebih dari 220 miliar yen (US$1,6 miliar) setiap hari akibat sebuk sari selama musim semi. (AFP/M-3)
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Meskipun ada penurunan harian, secara mingguan tren harga emas masih menunjukkan penguatan signifikan akibat tensi geopolitik global yang belum mereda.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Indonesia kembali berada di persimpangan strategis antara penguatan kapasitas negara untuk pembangunan jangka panjang atau konsolidasi kekuasaan ekonomi.
Harga emas batangan Antam diprediksi akan melanjutkan tren kenaikan hingga mendekati level psikologis Rp2,7 juta per gram akibat sentimen positif melandainya inflasi Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved