Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
RAKSASA media sosial, Meta, meluncurkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dapat mengidentifikasi dan memilih objek dari dalam sebuah gambar, foto, atau video. Divisi penelitian Meta mengatakan, pihaknya menggunakan model AI yang dinamakan Segment Anything (SAM) yang dapat mendeteksi objek dalam gambar dan video, meskipun itu bukan objek yang ada dalam program pelatihan AI itu.
Pengguna dapat memilih objek dengan mengkliknya atau menggunakan perintah teks dalam bentuk bebas. Misalnya, Anda mengetik kata "kucing" dan SAM akan menyorot semua kucing yang ada di foto tertentu.
Dilansir dari Reuters, Rabu (5/4), Kepala Eksekutif Meta Mark Zuckerberg mengatakan pihaknya memprioritaskan untuk memasukkan "bantuan kreatif" AI generatif ke dalam aplikasi Meta pada tahun ini.
Meta sebelumnya menggunakan teknologi yang mirip dengan SAM secara internal untuk aktivitas seperti menandai foto, memoderasi konten yang dilarang, dan menentukan postingan yang akan direkomendasikan kepada pengguna Facebook dan Instagram.
Saat ini Meta menyebut rilis SAM akan memperluas akses ke jenis teknologi tersebut. Model dan kumpulan data SAM akan tersedia untuk diunduh di bawah lisensi non-komersial. Pengguna yang mengunggah gambar mereka sendiri harus setuju untuk menggunakannya hanya untuk tujuan penelitian.(M-1)
Banyak bisnis masih kesulitan mengadopsi AI karena prosesnya rumit, hasilnya tidak selalu akurat, dan sering kali tidak sesuai dengan karakter brand.
Kurikulum Batch 2 kini memisahkan jalur teknis dan go-to-market, serta menghadirkan sesi terstruktur antara startup dan mitra korporasi.
PENELITIAN IDC menunjukkan bahwa meskipun organisasi menjalankan rata-rata 23 uji coba konsep AI generatif antara 2023 dan 2024, hanya tiga di antaranya yang mencapai tahap produksi.
AI diposisikan sebagai alat bantu pedagogis untuk merancang bahan ajar yang personal, kontekstual dan adaptif, bukan sekadar "jalan pintas"
Pelajari tren AI terbaru, penerapannya di berbagai bidang, serta dampak positif dan tantangan kecerdasan buatan di era digital.
Model AI baru bernama HRM meniru cara kerja otak manusia dan berhasil mengalahkan ChatGPT, Claude, hingga Deepseek dalam tes penalaran ARC-AGI.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved