Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
RAKSASA media sosial, Meta, meluncurkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dapat mengidentifikasi dan memilih objek dari dalam sebuah gambar, foto, atau video. Divisi penelitian Meta mengatakan, pihaknya menggunakan model AI yang dinamakan Segment Anything (SAM) yang dapat mendeteksi objek dalam gambar dan video, meskipun itu bukan objek yang ada dalam program pelatihan AI itu.
Pengguna dapat memilih objek dengan mengkliknya atau menggunakan perintah teks dalam bentuk bebas. Misalnya, Anda mengetik kata "kucing" dan SAM akan menyorot semua kucing yang ada di foto tertentu.
Dilansir dari Reuters, Rabu (5/4), Kepala Eksekutif Meta Mark Zuckerberg mengatakan pihaknya memprioritaskan untuk memasukkan "bantuan kreatif" AI generatif ke dalam aplikasi Meta pada tahun ini.
Meta sebelumnya menggunakan teknologi yang mirip dengan SAM secara internal untuk aktivitas seperti menandai foto, memoderasi konten yang dilarang, dan menentukan postingan yang akan direkomendasikan kepada pengguna Facebook dan Instagram.
Saat ini Meta menyebut rilis SAM akan memperluas akses ke jenis teknologi tersebut. Model dan kumpulan data SAM akan tersedia untuk diunduh di bawah lisensi non-komersial. Pengguna yang mengunggah gambar mereka sendiri harus setuju untuk menggunakannya hanya untuk tujuan penelitian.(M-1)
MENAG Nasaruddin Umar, berbicara tentang ekotelogi serta peran agama dan kesadaran kemanusiaan di era Artificial Intelligence (AI) pada konferensi internasional yang berlangsung di Mesir.
FILM drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah (Sci-fi), Esok Tanpa Ibu segera tayang di bioskop, dibalut dengan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI)
Pada 2025, jumlah pengguna PLN Mobile melonjak drastis hingga melampaui 50 juta pengunduh dan total transaksi tahunan lebih dari 30 juta transaksi.
Marhaenisme sebagai ideologi organisasi tidak boleh anti-teknologi. Sebaliknya, teknologi harus dikendalikan oleh nilai-nilai ideologis untuk kepentingan rakyat kecil.
Inilah paradoks utama media massa di era AI.
Perusahaan manajemen medis global, Medix, menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi menjadi kunci penting untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved