Kamis 27 Oktober 2022, 09:30 WIB

PBB Pertanyakan Komitmen Sejumlah Negara untuk Mengatasi Perubahan Iklim

Adiyanto | Weekend
PBB Pertanyakan Komitmen Sejumlah Negara untuk Mengatasi Perubahan Iklim

Natacha Pisarenko, AP
Sejumlah wisatawan berjalan di Gletser Perito Moreno di Taman Nasional Los Glaciares, dekat El Calafate, Argentina, Selasa, 2 November 2021.

 

Perserikatan Bangsa-bangsa  mempertanyakan komitmen sejumlah negara untuk mengatasi perubahan iklim. Pasalnya, upaya untuk mengurangi kenaikan suhu agar tidak lebih dari 1,5 derajat Celsius pada 2030,  masih jauh dari harapan.

“Hal ini akan mengarahkan dunia yang sudah didera oleh meningkatnya banjir, gelombang panas, dan badai, menuju bencana yang lebih parah,” kata PBB, Rabu (26/10).

Dalam sebuah laporan yang dirilis lebih dari seminggu sebelum negosiasi iklim dimulai November nanti, organisasi perubahan iklim PBB mengatakan saat ini Bumi justru bakal menghangat sekitar 2,5C pada akhir abad ini, dibandingkan dengan tingkat pra-industri.

Saat ini, dengan pemanasan 1,2 derajat Celcius saja, Bumi sudah dihantam berbagai bencana. Menurut para ahli itu artinya dunia gagal bertindak untuk menekan emisi gas rumah kaca.

“Kami masih jauh dari skala dan kecepatan pengurangan emisi yang diperlukan untuk menempatkan suhu pada ambang 1,5 derajat Celcius,” kata kepala Perubahan Iklim PBB Simon Stiell.

“Untuk menjaga tujuan ini tetap tercapai, pemerintah semua negara perlu memperkuat rencana aksi iklim mereka sekarang dan mengimplementasikannya dalam delapan tahun ke depan.”

Pakar iklim PBB mengatakan, emisi—dibandingkan dengan tingkat 2010—harus turun 45% pada 2030 untuk memenuhi tujuan 1,5C sesuai kesepakatan iklim Paris 2015.

Sekjen PBB Antonio Guterres menekankan bahwa tujuan membatasi pemanasan hingga 1,5C masih bisa dicapai, tetapi ia memperingatkan bahwa komitmen sejumlah negara masih rendah untuk mengatasi perubahan iklim.

“Kita harus benar-benar mulai mengurangi emisi sekarang,” katanya dalam sebuah wawancara dengan BBC.

Pada pertemuan men genai perubahan iklim di Glasgow tahun lalu, sejumlah sepakat untuk mempercepat  pengurangan polusi karbon dan membantu sejumlah negara yang rentan terdampak.

“Tetapi hanya 24 negara yang memperbarui rencana mereka pada saat laporan itu, sungguh mengecewakan,” ujar Stiell.

Penelitian oleh World Resources Institute menunjukkan bahwa dunia perlu mengurangi emisi enam kali lebih cepat pada tahun 2030 daripada tren saat ini untuk memenuhi batas pemanasan 1,5C.

“Sejauh ini, Australia dan Indonesia telah menawarkan beberapa hal dengan meningkatkan janji iklim mereka sejak negosiasi iklim PBB terakhir," kata Taryn Fransen dari WRI.  Dia menunggu komitmen lebih lanjut dari beberapa negara lainnya termasuk Uni Eropa, Turki dan Vietnam yang diharapkan tahun ini.

Dia mengatakan penghasil emisi terbesar kedua di dunia, Amerika Serikat, mengambil langkah besar tahun ini dengan undang-undang iklim dan mendesak Tiongkok, penghasil emisi terbesar, untuk menetapkan tujuan khusus untuk mengurangi polusi metana yang menghangatkan planet ini. (AFP/M-3)

Baca Juga

Dok. Kemkes.go.id

Studi: Kecukupan Protein Lindungi Wanita dari Patah Tulang Pinggul

👤Nike Amelia Sari 🕔Jumat 02 Desember 2022, 10:56 WIB
Kecukupan asupan protein pada wanita dapat secara signifikan menurunkan resiko patah tulang...
Dok. MI/ Putri Rosmalia

The Apurva Kempisnki Bali Buka Gallery of Art and Music

👤Putri Rosmalia 🕔Jumat 02 Desember 2022, 10:33 WIB
The Apurva Kempinski Bali menghadirkan suguhan berupa perpaduan seni rupa dan musik pada Gallery of Art and...
Alexander NEMENOV / AFP

Penerbit di Rusia Khawatir Kembalinya Aturan Sensor Era Soviet

👤Adiyanto 🕔Jumat 02 Desember 2022, 10:08 WIB
Pekan lalu, anggota parlemen menyetujui RUU yang melarang segala bentuk propaganda LGBTQ baik melalui buku, film, media, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya