Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Para pecinta kegiatan alam bebas, seperti mendaki gunung maupun wisata alam lainnya, kini tampaknya harus lebih berhati-hati. Sebab, perubahan iklim telah memicu perubahan kondisi alam dan cuaca yang kian ekstrem sehingga rawan menimbulkan bencana,
“Sektor wisata di alam semakin sering menghadapi masalah akibat cuaca ekstrem. Resiko kegiatan di alam saat ini sangat berbeda dengan beberapa dekade ke belakang. Pengawasan dan persiapan lebih matang harus dilakukan lebih ketat untuk melakukan kegiatan di alam saat ini,” ujar Direktur Pembangunan Berkelanjutan United Nations World Tourism Organisation (UNWTO), Dirk Glaesser, dilansir dari bbc.com, Rabu, (14/9).
Perubahan-perubahan dapat terjadi dengan dengan sangat cepat di alam akibat perubahan iklim. Karena itu, kewasapadaan dan manajemen risiko setiap kegiatan di alam bebas harus lebih ditingkatkan.
Glaesser mengatakan, selain cuaca ekstrem setidaknya ada tiga hal yang paling berpotensi membahayakan kegiatan di alam liar akibat perubahan iklim. Ketiganya adalah longsoran batu dan es, kebakaran hutan dan lahan, serta perubahan arus air.
Longsoran batu dan es menjadi hal yang semakin sering terjadi di wilayah-wilayah pegunungan. Hal itu khususnya sangat berisiko terjadi di pegunungan yang dilapisi es seperti Everest. Seperti diketahui, beberapa tahun terakhir lapisan es di Everest semakin menipis. Kasus longsoran es yang memakan korban juga rutin terjadi setiap tahun.
Di kawasan yang dengan suhu lebih tinggi, kegiatan di alam bebas semakin berisiko dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan. Di Indonesia, hal itu terbukti dengan peningkatan kasus kebakaran hutan di berbagai wilayah pegunungan seperto Ciremai dan Rinjani dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, perubahan arus air berisiko terjadi di berbagai wilayah dunia. Khususnya yang aliran sungainya berasal dari lelehan es, seperti Swiss. Berwisata di sungai di Swiss saat ini jadi lebih berisiko karena semakin sering terjadi longsoran es yang berpotensi meningkatkan arus secara mendadak.
Dengan perencanaan yang matang, aktivitas luar ruang ini justru bisa menjadi sarana "self-healing" sekaligus meningkatkan kualitas ibadah.
Panduan lengkap cara mendaki gunung saat puasa tanpa lelah. Pelajari manajemen waktu, nutrisi sahur, dan teknik hemat energi untuk pendaki Ramadan.
Seseorang yang mengalami hipotermia berat mungkin tidak sadarkan diri dan mungkin tampak tidak memiliki denyut nadi atau bernapas.
Kegiatan ini membutuhkan kekuatan fisik, ketahanan mental, perencanaan matang, serta perlengkapan khusus, karena medan yang dilalui bisa terjal, licin, dan dipengaruhi cuaca.
Aktivitas ini dikenal juga dengan istilah pendakian. Mendaki gunung merupakan aktivitas fisik sekaligus pengalaman batin yang menggabungkan tantangan, olahraga
Nepal akan membebaskan biaya pendakian untuk 97 gunung Himalaya selama dua tahun ke depan.
Sejumlah lahan pertanian rusak di Pasie Laweh, Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Warga menyeberangi Sungai Jabak menggunakan gondola darurat menuju Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Pasca-kejadian, warga terpantau mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan memperbaiki atap rumah yang masih bisa diselamatkan secara swadaya.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved