Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH kerja tak kenal lelah bertahun-tahun, sebuah tim astronom internasional akhirnya berhasil mengungkap gambar pertama dari lubang hitam supermasif di pusat galaksi Bima Sakti. Sebuah benda kosmik yang disebut sebagai Sgitarius A*.
Gambar yang dihasilkan oleh tim ilmuwan global yang dikenal sebagai Kolaborasi Event Horizon Telescope (EHT) itu adalah konfirmasi visual langsung pertama dari keberadaan objek tak kasat mata ini, dan muncul tiga tahun setelah gambar pertama hitam lubang dari galaksi yang jauh.
"Selama beberapa dekade, kita telah mengetahui tentang objek kompak yang berada di jantung galaksi kita yang empat juta kali lebih besar dari Matahari ," kata astronom Harvard University Sara Issaoun dalam konferensi pers di Garching, Jerman, Kamis (12/5).
"Hari ini, saat ini, kami memiliki bukti langsung bahwa objek ini adalah lubang hitam."
Lubang hitam adalah wilayah ruang di mana tarikan gravitasi begitu kuat sehingga tidak ada yang bisa lolos, termasuk cahaya.
Gambar yag dirilis tersebut tidak menggambarkan lubang hitam karena benar-benar gelap, tetapi berupa gas bercahaya yang mengelilingi fenomena itu dalam lingkaran cahaya terang melengkung.
“Pengamatan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini telah sangat meningkatkan pemahaman tentang apa yang terjadi di pusat galaksi kita,” kata ilmuwan proyek EHT Geoffrey Bower, dari Academia Sinica Taiwan, dalam sebuah pernyataan.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam The Astrophysical Journal Letters.
Teleskop virtual
Lubang hitam di Galaksi BIma Sakti ini disebut Sagitarius A* -- disingkat Sgr A*, dan diucapkan "sadge-ay-star" . Nama ini diambil karena karena deteksi arah dari konstelasi Sagitarius.
Terletak 27.000 tahun cahaya dari Bumi, keberadaan lubang hitam ini telah diasumsikan sejak 1974, dengan deteksi sumber radio yang tidak biasa di pusat galaksi.
Pada 1990-an, para astronom memetakan orbit bintang paling terang di dekat pusat Bima Sakti, mengkonfirmasi keberadaan objek kompak supermasif di sana -- pekerjaan yang diganjar hadiah Nobel Fisika pada 2020.
Meskipun keberadaan lubang hitam dianggap sebagai satu-satunya penjelasan yang masuk akal, gambar baru ini memberikan bukti visual langsung pertama keberadaannya.
Untuk menangkap gambar dari objek yang begitu jauh ini perlu menghubungkan delapan observatorium radio raksasa di seluruh planet untuk membentuk satu teleskop virtual "seukuran Bumi" yang disebut EHT.
"EHT dapat melihat tiga juta kali lebih tajam dari mata manusia," kata ilmuwan Jerman Thomas Krichbaum dari Institut Max Planck untuk Radio Astronomi kepada wartawan.
EHT mengamati Sgr A* di beberapa malam selama berjam-jam berturut-turut. Proses yang sama digunakan untuk menghasilkan gambar pertama lubang hitam yang dirilis pada 2019 dan disebut M87* karena berada di galaksi Messier 87.
Pembuktian Einstein
Kedua lubang hitam itu memiliki kemiripan yang mencolok, meskipun faktanya Sgr A* 2.000 kali lebih kecil dari M87*.
"Di dekat tepi lubang hitam ini, mereka terlihat sangat mirip," kata Sera Markoff, ketua bersama Dewan Sains EHT, dan seorang profesor di Universitas Amsterdam.
Keduanya berperilaku seperti yang diprediksi oleh teori Relativitas Umum Einstein tahun 1915, yang menyatakan bahwa gaya gravitasi dihasilkan dari kelengkungan ruang dan waktu, dan objek kosmik mengubah geometri ini.
Penampakan gambar lubang hitam ini dihasilkan oleh lebih dari 300 peneliti di 80 negara selama lima tahun terakhir.
"Fakta bahwa kita dapat membuat gambar dari satu, sesuatu yang seharusnya tidak terlihat ... Saya pikir itu sangat menarik," kata Katie Bouman, seorang profesor Caltech yang memainkan peran kunci dalam menghasilkan gambar ini,kepada AFP .
Para ilmuwan sekarang ingin membandingkan dua lubang hitam itu untuk menguji teori tentang bagaimana gas berperilaku di sekitar mereka, sebuah fenomena yang dianggap berperan dalam pembentukan bintang dan galaksi baru. (M-4)
TELESKOP Luar Angkasa Hubble milik NASA kembali menghadirkan temuan penting dalam dunia astronomi.
Perbedaan kecepatan ini menciptakan tegangan magnetik yang luar biasa. Plasma yang bergerak lebih cepat di ekuator "menarik" garis-garis medan magnet.
Ilmuwan berhasil memetakan 669 juta galaksi menggunakan Dark Energy Camera (DECam).
Berdasarkan model cosmology yang umum, semestinya tidak ada perbedaan di berbagai tempat dan tampak konsisten ke segala arah.
Para astronom menemukan “objek gelap” misterius yang diduga merupakan gumpalan murni materi gelap terkecil yang pernah diamati.
Dengan mengikuti cara galaksi-galaksi tersebut berkumpul selama miliaran tahun, para peneliti memperoleh pemahaman baru tentang bagaimana galaksi terhubung
Astronom berhasil menghubungkan jet partikel sepanjang 3.000 tahun cahaya langsung ke jantung lubang hitam M87*.
Lubang hitam supermasif di galaksi J1007+3540 kembali aktif dengan ledakan plasma sejauh 1 juta tahun cahaya.
Para astronom Tiongkok mengungkap dugaan keberadaan sistem tiga lubang hitam (triple black hole system).
Astronom temukan lubang hitam supermasif yang terlontar dari galaksinya. Meluncur 1.000 km per detik, objek ini memicu lahirnya bintang-bintang baru.
Astronom menemukan ledakan sinar gamma yang berlangsung selama tujuh jam. Peristiwa langka ini diduga dipicu lubang hitam yang melumat sebuah bintang.
Lubang hitam supermasif di galaksi spiral NGC 3783 memuntahkan badai partikel berkecepatan 20% kecepatan cahaya setelah semburan sinar-X kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved