Senin 11 April 2022, 20:59 WIB

Pentingnya Resiliensi untuk Membentuk Karakter Pribadi Seseorang

Adiyanto | Weekend
Pentingnya Resiliensi untuk Membentuk Karakter Pribadi Seseorang

dok. Iluni UI
Profesional Coach, Co-Founder Kubik Coaching Ferlita Sari menjelaskan pentingnya seseorang memiliki resiliensi

 

Berbagai tantangan, hambatan, dan bahkan kegagalan pasti dihadapi dalam jalan menuju impian. Salah satu kunci mengatasinya adalah dengan membentuk resiliensi (ketahanan) yang dimulai dari formasi awal kehidupan seseorang.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat membagikan pengalamannya dalam sesi Webinar Program Mentoring Future Star Corps bertajuk “Fall Seven, Rise Eight: Membangun Ketangguhan Mental Agar Konsisten Berprestasi" yang digelar Almamater Center Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) melalui Zoom, Sabtu (9/4).

Dalam sesi itu, Sri Mulyani bercerita dukungan keluarga menjadi modal penting yang membentuk pola pikirnya saat ini.

“Di sekolah kita kompetitif. Kakak saya juara, tapi saya dari SD tidak pernah juara kelas. Pada saat itu saya mungkin bisa jadi orang paling minder. Orang tua saya sangat memahami anak yang belum juara itu bukan anak yang gagal. Itu masa-masa kritikal dalam formasi kita. Jadi saya tetap merasa oke-oke aja meski nggak juara kelas,” ungkapnya.

Sri Mulyani menerangkan, sikap pertama dalam menghadapi kegagalan menjadi sangat penting. Merasa kecewa dan sedih itu wajar. Namun, jangan sampai menyiksa diri dengan berlarut-larut dan membodoh-bodohi diri sendiri.

Menurutnya lagi, dalam hidup ada hal-hal yang bisa kita kontrol dan ada yang tak bisa kita kontrol. “Kalau bisa dikontrol, kita berbuat yang terbaik, mikir, minta advice sama orang lain,” ujarnya.

Menurut Sri Mulyani ada kalanya kegagalan menjadi suatu keberkahan. “Kadang kegagalan itu menjadi blessing. Perspektif memberikan wisdom. Yang tadinya kita anggap gagal, memalukan, ternyata itu adalah jalan keluar,” ucapnya.

Profesional Coach, Co-Founder Kubik Coaching Ferlita Sari menjelaskan, untuk dapat bangkit dari keterpurukan harus menyadari bahwa kegagalan bisa dialami siapa saja.  “Ada tiga cara pandang tidak sehat yang membuat kita jadi sulit untuk bangkit. Pertama bagaimana kita memandang diri kita, kedua bagaimana memandang orang lain, ketiga bagaimana memandang dunia,” ujarnya.

Dia pun membagikan empat pola pikir yang dimiliki oleh orang yang memiliki resiliensi. Menurut Ferlita, orang yang memiliki resiliensi meyakini kesulitan bisa menimpa siapa saja. Selain itu, mereka juga meyakini, di dunia tidak ada yang abadi, termasuk kegagalan dan kesulitan hidup. Mereka juga fokus pada apa saja yang bisa diubah. Lalu, mereka percaya bahwa dukungan selalu ada. Jika tidak melalui keluarga, ada teman, atau bahkan bisa mencari melalui dukungan profesional.

Sementara itu, Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian mengatakan, generasi muda sebagai pemimpin bangsa pada 2045 harus memiliki resiliensi. Hal ini disebabkan begitu banyaknya tantangan yang dihadapi dengan adanya kondisi Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA) akibat pandemi.

Untuk itu, sebagai bagian dari kaderisasi Almamater Center ILUNI UI, Future Star Corps kembali diadakan. Future Star Corps merupakan program seminar, coaching, dan mentoring yang dilaksanakan oleh Departemen Alumni Mentorship di bawah Almamater Center ILUNI UI untuk mahasiswa tingkat akhir dan alumni muda. Kegiatan ini, menurut Andre, juga menjadi upaya untuk membangun semangat mentorship dan dialog dari alumni muda dan senior. (M-4)

Baca Juga

Dok. MI

Ziarah Perjalanan Putri sang Proklamator

👤Margaretha M.Siahaan/M-2 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 07:20 WIB
Buku yang dirilis bersamaan dengan usianya yang genap tiga perempat abad tersebut penuh dengan ragam kisah kehidupan Meutia. Deskriptif,...
Dok. Penerbit Kanisius

Renungan dari Sebuah Jalan

👤Palce Amalp 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 07:15 WIB
Pater Amans mengatakan tidak ingin buku ini dilihat sebagai memoar, album kenangan, atau monumen, tetapi dibaca sebagai keajaiban nasib...
Dok GoSend

GoSend Rilis Buku Kiat UMKM jadi Best Seller di Era Digital

👤Irana 🕔Kamis 26 Mei 2022, 12:56 WIB
Dalam penulisan buku ini, pihaknya melibatkan sejumlah pakar bisnis dan UMKM yaitu Rhenald Kasali, Yudo Anggoro, Yuswohady, Wulan Ayodya,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya