Minggu 10 April 2022, 05:10 WIB

Yuli Yulianti : Inovasi untuk Petani Aren

(*/M-1) | Weekend
Yuli Yulianti : Inovasi untuk Petani Aren

MI/SUMARYANTO BRONTO
Yuli Yulianti

 

TIDAK hanya terjun langsung menjadi petani, sejumlah milenial memilih terjun ke bisnis produk olahan pertanian dengan tujuan membantu petani. Lihatlah sosok Yuli Yulianti.

Yuli memang berasal dari daerah lumbung gula aren di Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Bandung Barat. Namun, perempuan lulusan D-3 manajemen komunikasi itu tidak begitu saja menjadi petani. Ia tidak memiliki latar belakang keluarga petani dan telah bekerja sebagai pegawai honorer di kecamatan setempat.

Namun, ia miris karena melihat banyaknya petani aren terjerat oleh tengkulak. Selain itu, harga gula aren yang diterima petani sangat rendah. Hal itulah yang melatarbelakangi Yuli untuk mulai menggarap pengolahan nira aren menjadi gula semut.

Neng Yuli, begitu ia akrab disapa, terpikir membuat kelompok usaha untuk membantu petani. Akhirnya pada akhir 2016, Yuli mendirikan kelompok usaha Gandrung Alam. Bersama rekannya, Yuli menghasilkan produk gula aren cair dan gula aren semut.

"Saya membentuk sebuah wadah social enterprise, tidak hanya usaha, tapi ada sosialnya. Jadi, hasil penjualan 5% kita kembalikan lagi kepada para petani dan masyarakat di daerah baik untuk pengembangan kapasitas, sumber daya, atau regenerasi dari para petani," jelas perempuan berusia 26 tahun ini.

Terkait dengan perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar, Yuli mengatakan terlihat dari peningkatan kesejahteraan petani dan kualitas dari produk. "Peningkatan kesejahteraan petani. Jadi, yang tadinya bergantung ke tengkulak sekarang sudah tidak bergantung lagi. Kedua, kualitas produknya sudah lebih bagus karena kita modifikasi untuk packaging-nya," ucap perempuan yang kemudian melepaskan pekerjaannya di kecamatan itu.

Selama perjalanan usaha itu Yuli pernah merugi sampai puluhan juta pada 2019. Namun, ia bisa bangkit dan terus bertahan hingga sekarang. Simak kisah selengkapnya pukul 19.05 WIB di Metro TV. (*/M-1)

Baca Juga

unsplash.com/NASA

Ilmuwan yakin Air dari Hasil Letusan Gunung di Bulan dapat Dikonsumsi

👤Devi Harahap 🕔Selasa 24 Mei 2022, 07:00 WIB
Letusan tersebut menghasilkan dampak jangka panjang pada kondisi Bulan. Salah satunya adalah permukaan es yang berasal dari uap air akibat...
AFP

Asteroid Ukuran Besar akan Melintas dekat Bumi pada 27 Mei

👤Devi Harahap 🕔Selasa 24 Mei 2022, 06:37 WIB
Para ilmuwan memprediksi asteroid itu bergerak dengan kecepatan sekitar 47.200 mph (76.000 km/jam) atau 20 kali lebih cepat dari...
Unsplash

Peningkatan Suhu Bumi Lebih Ganggu Tidur Perempuan dan Lansia

👤Putri Rosmalia 🕔Senin 23 Mei 2022, 15:35 WIB
Secara umum perempuan memiliki massa lemak yang lebih tinggi dari lelaki, sehingga membuat proses pendinginan lebih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya