Rabu 02 Februari 2022, 17:40 WIB

Ini Tanda-tanda Dini Gangguan Mental OCD

Nike Amelia Sari | Weekend
Ini Tanda-tanda Dini Gangguan Mental OCD

Unsplash
Gangguan OCD menyebabkan kekhawatiran berlebihan.

 

AKTOR Aliando Syarief beberapa waktu lalu mengungkapkan dirinya mengidap obsessive-compulsive disorder (OCD) sejak duduk di bangku kelas dua SD. Tidak hanya Aliando, kini semakin banyak orang terbuka mengungkapkan gangguan mental yang dialaminya.

Gangguan mental memang bukan aib dan keterbukaan dapat membantu orang sekitar memahami kondisi penderita. Tidak hanya itu, keterbukaan juga dapat membantu orang lain untuk juga mengenali gangguan mental yang mungkin saja diderita.

Gangguan mental ini bukan hanya bisa dialami oleh orang dewasa saja melainkan pada semua usia termasuk anak-anak. Penyakit OCD, yang merupakan salah satu bentuk gangguan mental, ditandai dengan adanya pola pikiran dan ketakutan yang tidak diinginkan (obsesi) yang membuat penderitanya melakukan perilaku berulang (kompulsi). Tentu obsesi dan kompulsi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penderitanya mungkin mencoba untuk mengabaikan atau menghentikan obsesi ini, tetapi itu hanya meningkatkan tekanan dan kecemasan. Sehingga pada akhirnya, penderita akan merasa terdorong untuk melakukan tindakan kompulsif untuk mencoba meredakan stres. 

Gangguan OCD sering berpusat di sekitar hal tertentu seperti ketakutan berlebihan akan terkontaminasi oleh kuman. Maka, penderitanya akan mencuci tangan secara kompulsif hingga tangan terasa sakit dan pecah-pecah.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko mengembangkan atau memicu gangguan OCD diantaranya adalah genetik dan mengalami peristiwa kehidupan yang penuh tekanan.

Dilansir dari mayoclinic.org, situs lembaga praktik klinis, pendidikan, dan penelitian, OCD biasanya dimulai pada masa remaja atau dewasa muda, tetapi dapat dimulai pada masa kanak-kanak. Gejala biasanya mulai secara bertahap dan cenderung bervariasi dalam tingkat keparahan sepanjang hidup. 

Gejala umumnya memburuk ketika seserang mengalami stres yang lebih besar. OCD biasanya dianggap sebagai gangguan seumur hidup, dapat memiliki gejala ringan hingga sedang atau menjadi sangat parah dan memakan waktu sehingga melumpuhkan.

Banyak orang tidak menyadari bahwa obsesi dan kompulsi mereka berlebihan atau tidak masuk akal, tetapi gangguan ini nyatanya menghabiskan banyak waktu dan mengganggu rutinitas harian. Berikut beberapa tanda gangguan OCD:

- Baik pada anak maupun dewasa, OCD melibatkan kekhawatiran atau pemikiran yang berlebihan tentang sesuatu. 

- Obsesi yang paling umum yang bisa dipantau diantaranya adalah takut akan kotoran atau kuman secara berlebihan, takut akan penyakit atau bahaya yang menimpa diri sendiri atau kerabat, atau takut dengan suara atau kata yang mengganggu.

- Ketakutan itu kemudian memicu perilaku kompulsi seperti membersihkan diri berulang kali, membaca-menulis-menghapus berulang kali, berulang kali mengecek perangkat rumah seperti lampu dan pintu. 
- Akibat perilaku kompulsif ini aktivitas harian bakal terganggu dan bisa pula membuat penderita OCD menjadi sulit keluar rumah karena waktu mereka habis untuk mengecek berbagai hal berulang kali. 

OCD pada anak-anak biasanya didiagnosis antara usia 7 dan 12 tahun. Ini adalah masa-masa awal anak harus menyesuaikan diri dengan lingkungan sehingga berbagai kekhawatiran juga mulai mereka. Ketidaknyamanan dan stres yang disebabkan oleh OCD dapat membuat mereka merasa takut, tidak terkendali, dan sendirian.

Terkait pencegahannya, tidak ada cara pasti untuk mencegah gangguan ini. Lalu, kapan harus ke dokter? 

Jika obsesi dan kompulsi yang diderita sudah mengganggu kualitas hidup maka segeralah menemui dokter atau ahli kesehatan mental. Penanganan segera dapat mencegah gangguan mental menjadi semakin buruk, bahkan dapat membantu menyembuhkan gangguan mental ini. (M-1)

Baca Juga

Instagram Pusakata

Synchronize Fest 2022 Satukan Is dengan Payung Teduh

👤Fathurrozak 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 21:30 WIB
Direktur Festival Synchronize Fest menyatukan lagi Is dan Payung...
MI/ Fathurrozak

Agnez Mo sampai Dara Puspita akan Tampil di Synchronize Fest 2022

👤Fathurrozak 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 21:15 WIB
Synchronize Fest 2022 akan berlangsung pada 7-9...
MI

Hore, Program Reporter Cilik Hadir Lagi!

👤Fathurrozak 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 14:25 WIB
Kali ini, program istimewa Media Indonesia tersebut melibatkan 78 siswa-siswi Muhammadiyah dari berbagai penjuru daerah di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya