Kamis 20 Januari 2022, 12:00 WIB

Ketahui Saat Tepat Menjumpai Psikolog untuk Berkonsultasi

Mediaindonesia.com | Weekend
Ketahui Saat Tepat Menjumpai Psikolog untuk Berkonsultasi

manbodyspirit.com
Ilustrasi

 

CEO dan penggagas HatiPlong Farah Djalal menjelaskan bahwa stigma negatif di masyarakat masih mempengaruhi sebagian besar orang untuk pergi ke psikolog.

"Selama pandemi ini sebenarnya semakin banyak orang yang membutuhkan tenaga ahli untuk kesehatan mental. Cuma masih banyak stigma di masyarakat Indonesia untuk datang ke psikolog," ungkap Farah saat dijumpai di Jakarta, Rabu (19/1).

"Mereka tahu mereka membutuhkan, mereka punya masalah kesehatan mental. Tapi yang mereka lakukan kemudian adalah mengatasi dengan cara mereka sendiri. Tapi mereka pun sadar itu belum menyelesaikan keseluruhan masalahnya. Mereka tahu harus datang ke psikolog, tapi karena stigma masih kuat, banyak yang belum mengambil tindakan untuk ke psikolog," lanjutnya.

Lebih lanjut, Farah juga menjelaskan bahwa salah satu stigma yang ada di masyarakat adalah pergi ke psikolog jika memiliki masalah yang besar. Farah menegaskan bahwa sebaiknya seseorang bisa pergi ke psikolog meskipun tidak memiliki masalah yang besar.

"Jangan (datang ke psikolog ketika masalah sudah besar). Itu salah satu stigmanya bahwa orang kalau ke psikolog ketika masalah sudah besar," jelas Farah.

"Sebenarnya itu salah. Jangan nunggu masalahnya besar baru datang ke psikolog. Sama seperti kalau luka fisik. Ada luka nih, ah obatin dulu sebentar. Tapi lama-lama luka itu jadi luka bernanah, tambah luas, baru datang ke dokter dan sudah telat," tambahnya.

Kemudian, Farah juga mengatakan bahwa waktu yang tepat untuk datang ke psikolog adalah saat seseorang merasakan hal yang mengganjal dalam dirinya. Sebaiknya, pergi ke psikolog pun juga dilakukan sebelum masalah tersebut dapat mengganggu keseharian orang tersebut.

"Jadi sebenarnya begitu kalian merasa bahwa ada sesuatu yang mengganjal yang bikin hidup saya nggak plong, apalagi jangan tunggu sampai mengganggu keseharian kita, datang saja ke psikolog. Nggak perlu bawa masalah besar. Ceritain saja. Curhat saja layaknya curhat ke teman," tutup Farah. (Ant/OL-12)

Baca Juga

123rf

Setop Minum Paracetamol Saat Hamil

👤Thalatie K Yani 🕔Kamis 19 Mei 2022, 15:40 WIB
Penelitian terbaru menemukan paracetamol yang dikonsumsi saat hamil bisa menyebabkan anak...
ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/tom

Desa Tinalah Yogyakarta Jadi Jawara di Creative Tourism Destination Award 2022

👤Fathurrozak 🕔Kamis 19 Mei 2022, 15:05 WIB
Desa Wisata Tinalah di Yogyakarta memboyong tiga penghargaan di Creative Tourism Destination Award...
AFP

Indikator Iklim Kritis Memecahkan Rekor pada 2021

👤Adiyanto 🕔Kamis 19 Mei 2022, 10:42 WIB
Kekeringan dan banjir memicu kenaikan harga pangan yang diperparah pada tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya