Selasa 16 November 2021, 18:45 WIB

Ini Risiko Medis Menstrual Cup

Putri Rosmalia | Weekend
Ini Risiko Medis Menstrual Cup

Oana Cristina/ Unsplash
Menstrual cup berkerja dengan cara menampung darah menstruasi.

 

MENSTRUAL cup mulai banyak digunakan oleh kaum perempuan. Isu lingkungan hidup menjadi salah satu pemicu meningkatnya popularitas menstrual cup.

Bagi yang masih asing dengan menstrual cup, ini adalah sebuah alat berbentuk setengah lingkaran atau menyerupai cangkir yang terbuat dari bahan baku silikon. Menstrual cup digunakan sebagai alternatif pengganti pembalut dan tampon. 

Menggunakan menstrual cup dinilai lebih ramah lingkungan karena dapat digunakan berkali-kali. Berbeda dibanding dengan pembalut dan tampon yang hanya digunakan sekali pakai.

Memang, telah lama pula beredar di pasaran, pembalut yang dapat dicuci. Namun pembalut ini kurang populer karena pencucian yang dirasa kurang mudah dan juga sulitnya membuat warna noda benar-benar hilang.

Menstrual cup telah mendapat izin penggunaan oleh berbagai lembaga kesehatan di dunia. Namun, karena cara penggunaannya yang bersifat hanya menampung bukan menyerap darah menstruasi, ada beberapa risiko jika tidak digunakan dengan benar. 

Berikut ini risiko medis akibat penggunaan menstrual cup menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan, California State University, Amerika Serikat, Stacy Henigsman, seperti dilansir dari healthline.com, Selasa, (16/11).

1.Iritasi

Iritasi menjadi resiko utama pada pengguna menstrual cup. Hal ini dapat terjadi jika material yang digunakan bukan silikon berkualitas dan jika ukuran menstrual cup tidak sesuai dengan bentuk tubuh pengguna. Sangat disarankan menggunakan menstrual cup dengan tekstur yang lembut dan tidak kaku hingga beresiko menimbulkan iritasi dan lecet. 


2.Infeksi

Meski jarang terjadi, infeksi masih berpotensi terjadi akibat kesalahan dalam menggunakan menstrual cup. Infeksi umumnya terjadi akibat perkembangbiakan bakteri yang terbawa pada menstrual cup sebelum digunakan dan bakteri yang ada pada darah menstruasi.

Kondisi ini bisa berakibat fatal pada kesehatan vagina dan rahim jika tidak ditindaklanjuti dengan pengobatan yang tepat. Sebabnya, pastikan selalu mencuci menstrual cup dan tangan dengan sabun hingga bersih sebelum menggunakan menstrual cup. 


3.Toxic shock syndrome (TSS)

Toxic shock syndrome (TSS) adalah kejadian langka tetapi sangat serius hingga mengancam nyawa. Ini adalah dampak dari infeksi yang tidak ditangani dengan segera. Pada kondisi TSS, bakteri yang berkembang di menstrual cup sudah menyebar ke seluruh tubuh hingga ke kulit, mulut, hingga organ tubuh lainnya. 

TSS umumnya terjadi karena seseorang terlalu lama tidak membuang darah yang tertampung di menstrual cup. Sebab itu, buanglah darah dan ganti mentrual cup secara berkala dan disiplin. (M-1)

Baca Juga

Dok. Idgitaf

Cerita di Balik Tribute Idgitaf untuk Kasur Tidurnya

👤Fathurrozak 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 09:00 WIB
Kasur Tidur jadi salah satu judul trek pada mini album petdana Idgitaf yang baru...
Dok. Penerbit Samudra Biru

Jatuh Bangun Perjuangan Ibu Tunggal

👤M-2 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 07:50 WIB
Menjadi orang tua bukan tugas yang mudah. Terlebih jika peran itu harus dilakukan seorang diri. Perjuangan dan pengorbanan tanpa batas...
MI/ Gana Buana

Reza Rahadian hingga Jerome Polin Digandeng Uniqlo untuk Koleksi Terbaru

👤Gana Buana 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 07:35 WIB
Sophia Latjuba dan sang anak, Eva Celia, juga didapuk Uniqlo untuk merepresentasikan koleksi musim semi/panas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya