Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Olahraga memang baik untuk kesehatan fisik dan mental. Melakukan aktivititas fisik dapat meningkatkan imunitas dan membuat tubuh lebih bugar. Ini berarti jika olahraga harus dilakukan, tidak peduli berapapun usia Anda saat ini.
Seorang pakar kebugaran yang berbasis di Inggris, Joanna Dase, dari Curves mengungkapkan jika olahraga yang teratur sangat penting dalam gaya hidup sehat. Tetapi, seseorang juga perlu menentukan olahraga apa yang sesuai dengan usia mereka.
Dilansir dari dailymail.co.uk, Rabu (1/9) dan sumber lainnya, berikut jenis olahraga yang cocok untuk masing-masing rentang usia.
1. Anak-anak
Anak-anak yang aktif dan banyak bergerak sebenarnya sudah termasuk olahraga. Seperti aktivitas melompat, berlari, bermain, dan lain sebagainya. Maka dari itu, pastikanlah anak selalu mendapatkan waktu bermain, berlari, melompat, memanjat setiap harinya minimal satu jam.
2. Remaja
Pada usia remaja, aktivitas olahraga dapat dilakukan dengan berkegiatan di sekolah seperti mengikuti ekstra kurikuler basket di sekolah. Pada usia ini, berikanlah kesempatan untuk mereka memilih jenis aktivitas yang mereka suka seperti bermain bola dan jenis olahraga lainnya. Penting juga untuk orang tua memberikan waktu untuk mereka bergerak.
3. Usia 20-an
Pada usia ini dinilai menjadi waktu yang tepat untuk kebugaran tubuh. Jenis olahraga pun beragam yang dapat dilakukan, salah satunya bersepeda dengan setidaknya 30 menit setiap hari.
"Di usia 20-an, tubuh kita dapat menangani beban kerja yang lebih besar yang berarti kita dapat berlatih di tingkat yang lebih tinggi. Namun, sering kali kita mengabaikan kesehatan fisik kita dan menerima begitu saja," kata pakar kebugaran, Joanna Dase.
Dia mengatakan bahwa pada usia ini merupakan usia yang optimal untuk latihan beban dan menemukan bentuk latihan kardio yang disuka sehingga dapat dilakukan dengan konsisten.
Lebih lanjut, Joanna menyarankan untuk latihan kardio setidaknya tiga sampai lima hari seminggu dengan latihan berlari, berenang, bersepeda atau berjalan. Melakukan latihan ini pada usia 20-an akan sangat baik untuk tubuh hingga usia tua.
"Kekuatan latihan setidaknya tiga hari seminggu, dengan latihan otot punggung, dada, lengan, bahu, dan kaki. Pastikan untuk meregangkannya setiap hari," lanjutnya.
4. Usia 30-an
Pada usia ini, akan terjadinya kehilangan massa otot untuk pertama kalinya di tubuh karena usia. Maka dari itu, Anda perlu untuk berlatih penguatan tulang. Latihannya dapat dilakukan dengan angkat beban, olahraga ringan secara rutin seperti jalan cepat, berenang, jogging, dan latihan aerobik.
"Ini adalah waktu yang sangat penting bagi orang-orang untuk fokus pada latihan kekuatan untuk mengimbangi potensi komplikasi di masa depan dari osteoporosis atau radang sendi. Ikuti kardio dan fleksibilitas Anda tiga sampai empat kali per minggu, dengan pelatih pribadi yang berpotensi dapat membantu Anda dengan perubahan tubuh dan tujuan Anda," papar Joanna.
5. Usia 40-an
Pada usia ini, tubuh secara alami mulai menurun, otot mulai kehilangan massa dan elastisitasnya sehingga membuat metabolisme melambat. Joanna menjelaskan jika biasanya usia 40-an adalah masa ketika tubuh kita membutuhkan sedikit perawatan dan perhatian. "Saat metabolisme kita melambat dan kepadatan otot mulai berkurang, penting untuk fokus menjaga tonus otot.
Dia menyarankan untuk tetap mempertahankan kardio intensitas sedang dan targetkan setidaknya tiga hingga empat hari seminggu latihan kekuatan.
"Di usia 40-an, penting untuk menemukan komunitas pendukung. Bergabunglah dengan klub kebugaran lokal di mana ini bukan hanya tentang menjadi lebih bugar, ini semua tentang meningkatkan energi dan perasaan hebat Anda di usia 40-an," jelasnya.
6. Usia 50-an
Pada usia ini, Anda akan lebih sering merasa nyeri. Joanna merekomendasikan untuk orang-orang yang berusia 50-an mememberikan perhatian ekstra pada area yang lemah atau menyebabkan masalah. Ini bisa apa saja dari titik-titik ketat, ketidakseimbangan otot, kurangnya fleksibilitas atau mobilitas.
"Kuncinya adalah mempertahankan teknik, aktivitas, latihan kekuatan, dan fleksibilitas yang tepat. Tapi benar-benar mendengarkan dan menghormati tubuh Anda. Lanjutkan latihan kekuatan, terutama untuk pinggul dan inti karena ini telah terbukti memperlambat proses penuaan," ujarnya.
"Pertahankan kardio Anda dengan berjalan kaki setiap hari, ini adalah cara yang bagus untuk memangkas bagian tengah tubuh. Sekarang adalah waktunya untuk mengambil program fleksibilitas dan keseimbangan Anda dengan serius, dengan peregangan harian dan pernapasan terfokus setiap hari selama 10 menit. Secara total, targetkan total latihan 30 menit sehari," lanjutnya.
Selain berjalan kaki setiap hari, berenang dan bersepeda juga dapat menjadi pilihan olahraga yang cocok pada usia ini.
7. Usia 60-an
Sedangkan pada usia 60-an, Joanna mengatakan jika seseorang masih dapat melakukan latihan yang sama seperti yang yang penah dilakukan sebelumnya, tetapi mungkin perlu sedikit memodifikasi gerakannya.
"Misalnya, Anda masih bisa melakukan jongkok, tetapi Anda mungkin perlu membatasi jangkauan atau panjang pegangan. Ketika kepadatan tulang dan otot menurun, sangat penting untuk melanjutkan fokus Anda pada latihan kekuatan tetapi pastikan untuk memperhatikan keseimbangan dan fleksibilitas agar tetap aman dan lentur," imbuh Joanna.
Dia menambahkan, latihan lebih dengan tujuan utama untuk mencegah cedera, meningkatkan mobilitas, dan menjaga kualitas hidup dengan gerakan. (M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved