Sabtu 05 Juni 2021, 19:07 WIB

Pekan Mode Paris Bakal Ukur Dampak Lingkungan Acara Mereka

Mediaindonesia.com | Weekend
Pekan Mode Paris Bakal Ukur Dampak Lingkungan Acara Mereka

AFP/Anne-Christine POUJOULAT n.html
Ilustrasi

 

Masalah lingkungan hidup dalam dunia fesyen selalu menjadi perdebatan, dan hal ini menjadi pertimbangan bagaimana pertunjukan busana offline akan digelar kala pandemi usai.

Fédération de la Haute Couture et de la Mode telah bekerja selama beberapa tahun untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Laman WWD melaporkan bahwa federasi fesyen itu akan menghadirkan alat digital baru untuk membantu sejumlah brand fesyen di Pekan Mode Paris untuk mengukur dampak lingkungan dari pertunjukan dan koleksi mereka dengan tujuan untuk mengetahui rekam jejak brand tersebut terhadap lingkungan hidup.

“Kami memiliki tugas untuk memberikan kepemimpinan global,” kata Pascal Morand, presiden eksekutif federasi, membahas peran Pekan Mode Paris di bidang sosial dan ekologi dalam sebuah jumpa pers di Paris, Prancis, dikutip dari laman WWD pada Sabtu.

Federasi pada akhir 2019 telah menetapkan untuk membangun alat digital untuk merekam jejak dampak brand fesyen yang menjadi anggota atau pada kalender resmi Pekan Mode Paris, pada lingkungan hidup.

Alat yang ini dikembangkan oleh PwC France pada tahun 2020 dan diuji awal tahun ini, sistem pengukuran baru akan diluncurkan sepenuhnya pada bulan September 2021 dan tersedia secara gratis untuk brand fesyen.

Pendanaan untuk mendukung fesyen berkelanjutan ini disediakan oleh Komite untuk Pengembangan dan Promosi Pakaian Prancis, yang lebih dikenal dengan akronim DEFI.

Dalam hal menghitung dampak sebuah pertunjukan, para perancang alat kalkulasi baru ini berupaya untuk memungkinkan penilaian suatu peristiwa sebelum terjadi untuk membantu brand fesyen membuat pilihan yang lebih ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial.

"Idenya adalah untuk membuatnya sederhana, menyenangkan — tidak seperti bermain game, tapi mungkin sedikit, kami tidak ingin itu membosankan — dengan hasil dan proposal nyata dan langsung untuk praktik yang baik,” jelas Morand.

Baca juga : Tiga Label Fesyen Lokal Coba Peruntungan di Eropa

Alat ini dapat menghitung dengan 120 indikator kinerja utama dari satu brand fesyen, yang mencakup semua tahapan acara, mulai dari mendaftar dengan rumah produksi hingga casting dan fitting, dan termasuk komunikasi digital.

Sejumlah perusahaan produksi pertunjukan dan firma kehumasan terlibat dalam proyek ini, selain sejumlah rumah mode.

"Alat itu nantinya akan dibagikan dengan penyelenggara peragaan busana di belahan dunia lain," kata Morand.

Alat lainnya dikembangkan untuk koleksi busana dari brand fesyen guna mengukur dampak sosial dan lingkungan mereka.

Institute Française de la mode mengambil bagian dalam proyek itu, bersama dengan sejumlah federasi industri fesyen di Prancis, dan rencananya juga akan diluncurkan pada bulan September 2021.

Seperti halnya alat untuk mengukur dampak pagelaran busana, alat ini dimaksudkan untuk digunakan secara luas oleh industri fesyen.

Federasi telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi jejak karbon pada lingkungan dari Pekan Mode Paris, dengan menggunakan angkutan berupa mobil listrik untuk mengangkut peserta ke pertunjukan di sekitar ibu kota, mendaur ulang limbah dan bekerja dengan organisasi La Réserve des Arts untuk penggunaan kembali set. (Ant/OL-12)

 

Baca Juga

MI/Tiyok

Jon Bodo: Tausiyah di Masjid

👤Tiyok 🕔Minggu 05 Februari 2023, 05:35 WIB
WUIIIH..rapi banget pake baju kokok segala, mau kemana...
DOK FARIS ALAUDIN

Ritual Mengawinkan Tembakau di Lereng Sindoro

👤ERWIN ABDILLAH FARIS ALAUDIN 🕔Minggu 05 Februari 2023, 05:25 WIB
WANGI aroma daun tembakau kering menyambut siapa pun yang memasuki jalan utama Desa Reco, di Lereng Gunung Sindoro,...
tengah: Sandi Saputra, Rivon Paino, Fakhry Muhammad Rosa bawah: Rohil Fidiawan Mokmin, Indriani Usman, Findriani Mahmud /MI/ADAM DWI

FINDRIANI MAHMUD DAN RIVON PAINO: Ketangguhan Perempuan Nelayan

👤Nas/M-1) 🕔Minggu 05 Februari 2023, 05:20 WIB
FILM dokumenter selanjutnya yang masuk lima besar Eagle Awards Documentary Competition (EADC) 2022 ialah Halimah dan Perahu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya