Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Happy Salma akan berperan dalam film terbaru garapan sineas Kamila Andini, Nana.
Nana merupakan proyek film yang sudah disiapkan sejak 2018 oleh rumah produksi Fourcolours Films. Film ini diangkat dari bagian novel Jais Darga Namaku, karya Ahda Imran.
Diangkat dari kisah nyata, Nana bercerita tentang seorang perempuan Indonesia yang hidup di daerah Jawa Barat pada era 1960-an. Ia melarikan diri dari gerombolan yang ingin menjadikannya istri dan membuatnya kehilangan ayah. Dalam pelariannya, perempuan itu lalu menjalani hidup baru bersama seorang menak Sunda, hingga bersahabat dengan salah satu perempuan simpanan suaminya.
“Perempuan adalah korban zaman yang paling nyata. Tapi setiap zaman, selalu ada sosok perempuan yang tidak pernah sekalipun menjadikan dirinya korban, meskipun tetap tidak lepas dari pengorbanan. Nana adalah kisah perempuan yang menjadi korban sebuah era; perang, politik, pemberontakan dan kehidupan sosial patriarki yang ingin mencari arti kebebasannya sendiri,” kata Dini dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Sabtu, (27/2).
Sementara itu, selain akan menjadi aktor utama, Happy Salma juga akan bertindak sebagai produser pendamping di samping Gita Fara sebagai produser.
“Dalam sejarah perfilman, mungkin ini pertama kalinya ada film panjang yang berbahasa Sunda di sepanjang film. Lalu semua unsur penting akan kekayaan Sunda termasuk alam, musik, dan bahkan sastranya. Saya merasa sangat bangga dan bahagia bisa terlibat dalam karya yang sangat personal ini” ungkap Happy Salma.
Dalam produksinya, film ini juga dikabarkan turut didukung Pemerintah Daerah Jawa Barat, termasuk fasilitasi lokasi syuting. Beberapa waktu sebelumnya, Happy sempat bertemu dengan gubernur Ridwan Kamil. Rencananya, produksi film akan dimulai pada awal Maret ini, dan tayang pada 2022.
Selain Happy, Laura Basuki, Ibnu Jamil, dan Arswendi Nasution juga turut membintangi Nana.
Adapun bersama Gita Fara, Dini sudah beberapa kali bekerja sama. Seperti dalam film The Mirror Never Lies, dan Sekala Niskala.
“Senang sekali kembali memproduseri karya Kamila Andini. Saya merasa Dini selalu punya cara menarik bagaimana ia menyuarakan perspektif perempuan. Film ini saya yakin masih sangat relate dengan konteks apa yang dirasakan dan diperjuangkan oleh perempuan-perempuan masa kini” kata Gita.
Beberapa waktu sebelumnya, Dini juga sempat membagikan poster film terbarunya, Yuni yang dibintangi Arawinda Kartika. Film itu rencananya tayang pada tahun ini. (M-2)
Snider menegaskan bahwa dirinya tidak mampu lagi memenuhi standar performa enerjik yang menjadi ciri khas Twisted Sister.
Profil Pandji Pragiwaksono, komika Indonesia dan pendiri Stand Up Indo. Simak perjalanan karier, karya, dan kiprahnya di dunia stand up comedy.
Siapa Boiyen? Ini profil lengkap Yeni Rahmawati, komedian dan pedangdut yang kini jadi sorotan usai menggugat cerai suaminya di PA Tigaraksa.
DKI Jakarta menyelenggarakan doa bersama lintas agama dan hiburan lainnya termasuk konser.
MEMPERINGATI delapan dekade perjalanan organisasi, Pengurus Pusat Pemuda Katolik melaksanakan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Pelayanan Kasih Bakti Mandiri, Sabtu (15/11).
Kolaborasi antara Loket, Indodana, dan TikTok dalam forum ini menegaskan pentingnya sinergi antara data, layanan finansial, dan pemasaran digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved